Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan menyerukan agar generasi muda mau mengenal hingga melanjutkan tradisi pedalangan sebagai langkah melestarikan ekosistem pewayangan di tengah perkembangan globalisasi.

“Dalang adalah pusat pengendali dari pementasan wayang. Penting agar anak-anak mengenal dan melanjutkan tradisi pedalangan, menjaga ilmu pengetahuan dan kearifan dalam lakon pewayangan sebagai refleksi kehidupan, sekaligus mengembangkan seni pewayangan dengan inovasi dan kreativitas agar terus hidup di tengah perubahan zaman,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, ini merupakan upaya yang sangat baik dalam pewarisan wayang sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.

Baca juga: Tiga legenda wayang bakal hadir di Simpang Lima Semarang Minggu

Fadli yang hadir dalam Festival Dalang Anak (FDA) menilai bahwa festival ini menjadi proses dari upaya menjaring generasi muda berbakat sekaligus mendorong regenerasi dan pewarisan seni pedalangan sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Dunia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa wayang telah diakui UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2003, kemudian ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) pada 2008.

Pengakuan tersebut menjadikan wayang sebagai elemen budaya Indonesia pertama yang memperoleh pengakuan UNESCO.

Baca juga: Pemprov DKI terapkan teknologi imersif di museum secara bertahap

Kementerian Kebudayaan, lanjut dia, berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pengembangan seni pedalangan, termasuk mendorong lahirnya generasi penerus dalang, pasalnya dalang memiliki peran sentral sebagai pengendali jalannya pertunjukan wayang.

Lebih dari sekadar pengendali pertunjukan, dalang turut berperan sebagai guru yang memberikan tuntunan dan pencerahan, sekaligus menghadirkan harmoni melalui iringan gamelan sebagai representasi irama kehidupan.

Baca juga: Kolaborasi penyatuan wayang dan Pokemon bisa hadirkan efek ganda

“Semoga melalui kolaborasi, wayang yang sudah menjadi warisan budaya takbenda dunia ini semakin dikenal dunia lewat kreasi dan terobosan baru. Sekarang pementasan wayang berbahasa Jawa atau Sunda pun sudah dapat dilengkapi teks terjemahan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta ditayangkan secara daring untuk memperluas audiens penonton," ujar Fadli.

Kementerian Kebudayaan, ditegaskannya, sangat mendukung Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia), Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi), serta komunitas pewayangan di seluruh Indonesia.

Baca juga: Menbud: Kolaborasi Poke Wayang jadi media promosi budaya Indonesia

Baca juga: Akhir pekan di Jakarta, ada wisata Desa Konoha lalu pergelaran wayang

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Sinta Ambarwati

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira