Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan mendukung pemajuan warisan budaya termasuk sastra melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) agar ekosistem sastra Indonesia dapat maju dan berkembang.
“Kita mendorong ekosistem sastra kita termasuk dalam Manajemen Talenta Nasional (MTN) untuk pembibitan sastrawan-sastrawan muda, talent pooling sampai rekognisi internasional dan ada penerjemahan sastra,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam konferensi pers 130 tahun Aman Datuk Madjoindo di Jakarta, Kamis.
Selain itu, kata dia, dalam mendukung pengembangan sastra pemerintah juga turut menerjemahkan setidaknya 15 sastra kontemporer dan enam buku klasik.
Dia juga mengupayakan agar sastra-sastra Indonesia dapat diterjemahkan ke bahasa-bahasa lainnya sehingga dapat dibaca oleh masyarakat Indonesia, termasuk karya-karya milik pengarang Aman Datuk Madjoindo.
Baca juga: Kemenbud ajak akademisi untuk memperluas perspektif sejarah manusia
Fadlil menjelaskan bahwa kebudayaan menjadi kekuatan dalam mempersatukan bangsa, bukan memecah belah.
“Kita ingin menjadikan kebudayaan ini adalah satu kekuatan untuk mempersatukan kita, binding power. Bukan untuk memecah belah kita. Keberagaman perbedaan itu, harus menjadi kekuatan, sumber identitas,” ujarnya lagi.
Dengan keragaman budaya Indonesia, ia berharap masyarakat Indonesia mampu memanfaatkannya menjadi mesin pertumbuhan ekonomi sirkuler serta berkelanjutan atau yang dikenal sebagai ekonomi budaya.
Dia mencontohkan karya-karya milik J.K. Rowling yang berhasil menjadi fenomena hingga dikenal secara luas di dunia, dan berharap masyarakat juga dapat menghadirkan karya yang berbasis budaya Indonesia sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lewat kekayaan intelektual atau IP.
Sementara terkait sosok Aman Datuk, ia mengenang novel karya sang sastrawan itu sangat populer yakni "Si Doel Anak Betawi" yang lekat dengan kehidupan sehari-hari dan bahkan cerita ini berkembangan menjadi sinetron dan film.
Baca juga: Kemenbud komitmen jadikan musik tradisi upaya pemajuan kebudayaan
Dia berharap karya-karya Aman Datuk dapat dikembangkan dengan kreativitas dan inovasi bahkan menjadi IP serta novel-novelnya diterjemahkan ke berbagai bahasa.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Aman Datuk Madjoindo, Boy Rafli Amar mengapresiasi dukungan pemerintah dalam perayaan 130 tahun Aman Datuk Madjoindo hari ini.
Dia berharap, perayaan ini mampu menjadi langkah dalam melestarikan karya-karya sastra milik Aman Datuk Madjoindo dan menjadi sumbangan buat pembangunan karakter masyarakat.
“Tujuan kami adalah tidak lepas dari misi lestari, misi lestarikan, untuk menjadi bagian dari literasi, pembangunan karakter bagi masyarakat, anak-anak Indonesia,” pungkasnya.
Baca juga: Menbud dorong penetapan Cagar Budaya Leang Bulu Sipong
Baca juga: Menbud harap AMI buka lagi jalur kirim lagu Indonesia ke Jepang
Baca juga: Menbud mendorong musik Indonesia tembus pasar internasional
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Sinta Ambarwati
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira