KSTI pertama pada 2025 di Institut Teknologi Bandung (ITB), yang menghasilkan peta jalan dan agenda riset nasional bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan menggelar Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, pada 10–13 November 2026 mendatang guna memperkuat ekosistem sains nasional.
Dalam taklimat media di Jakarta, Senin, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menjelaskan KSTI mempertemukan ekosistem riset, inovasi, dan industri untuk mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan Indonesia.
"Kami mengedepankan bagaimana pentingnya agar ilmu pengetahuan menjadi dampak, knowledge to impact. Ini kita kembangkan dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang kita bangun di Indonesia, khususnya untuk hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat dan industri, dikembangkan berbasis sains," katanya.
Ia menyebut kegiatan ini mengambil tema utama “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”, dan digelar sebagai lanjutan penyelenggaraan KSTI pertama pada 2025 di Institut Teknologi Bandung (ITB), yang menghasilkan peta jalan dan agenda riset nasional bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Baca juga: Komisi X: Pidato Prabowo di Sarasehan KSTI tunjukkan langkah positif
"KSTI ini juga bisa untuk seluruh kalangan. Dari akademisi tentunya, kemudian untuk pameran dan juga kegiatan-kegiatan terkait sains dan teknologi juga bisa dihadiri oleh dari SD, SMP dan SMA. Jadi masyarakat umum bisa melihat hasil-hasil pengembangan riset kita di seluruh Indonesia," ujar Fauzan.
Fauzan menjelaskan, KSTI 2026 akan menghadirkan sekitar 500 produk riset dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia. Produk-produk tersebut dipilih dari sekitar 850 usulan yang telah melalui proses kurasi.
Penyelenggara juga menghadirkan para inventor agar masyarakat dan industri dapat berinteraksi langsung dengan pengembang teknologi.
KSTI juga akan menghadirkan robot challenge, hackathon, diskusi panel ahli, business matching, dan innovation tour. Selain itu, KSTI ditujukan akan menghasilkan policy brief dan foresight sebagai masukan bagi perumusan kebijakan dan arah pengembangan riset ke depan.
Baca juga: Prabowo tegaskan terbuka terima masukan masyarakat lewat media sosial
Adapun sejumlah isu strategis turut dibahas dalam kegiatan ini, di antaranya mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, teknologi frontier, sosial humaniora, hingga ketahanan bencana.
"Dan nanti dari KSTI ini kita akan memiliki portofolio produk riset di tingkat nasional. Jadi nanti baik dari industri, masyarakat bisa memahami di tingkat nasional hasil riset kita itu apa saja," tutur Fauzan Adziman.
Baca juga: Mensesneg: Pemerintah dukung riset untuk berikan dampak ke masyarakat
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Sean Filo Muhamad
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira