Washington (ANTARA) - Lebih dari 200 orang terluka akibat tembakan senjata api dan sedikitnya 76 orang tewas di Amerika Serikat selama akhir pekan perayaan Halloween, menurut data para analis.

RIA Novosti, Senin, mewawancarai aparat penegak hukum dan melaporkan beberapa pesta Halloween pada akhir pekan lalu berakhir dengan banyak peserta harus dilarikan ke rumah sakit.

Pada 2026, Halloween, yang dirayakan setiap tanggal 31 Oktober, berlangsung pada Sabtu. Momen itu tergolong jarang karena terakhir kali Halloween pada akhir pekan terjadi pada 2020 dan baru akan terulang lagi di 2037.

Halloween dirayakan secara luas di Amerika Serikat, Sabtu (31/10), antara lain lewat parade di berbagai kota dan acara kostum berskala besar.

Baca juga: Sejumlah orang ditembak di Seattle Center, AS

Menurut para analis dan laporan media, rangkaian insiden tersebut bermula pada Jumat pagi (30/10) di Tennessee, di mana seorang remaja membawa pistol ke sebuah sekolah menengah atas (SMA).

Tidak ada korban jiwa pada insiden tersebut, sementara remaja itu kini dijerat dengan tuduhan kepemilikan senjata api secara ilegal.

Kemudian, di sebuah kawasan di bagian selatan Chicago, seorang pria berusia 35 tahun ditembak hingga tewas saat terjadi pertengkaran. Rekaman dari lokasi kejadian di Chicago itu memperlihatkan sebuah rumah pribadi yang dihias untuk perayaan Halloween.

Lalu, di sebuah kota kecil di Missouri, ada perselisihan dalam sebuah pesta rumah tangga yang meningkat menjadi insiden penembakan. Dalam peristiwa itu, seorang pemuda berusia 22 tahun melukai seorang pemuda berusia 18 tahun.

Daftar insiden tersebut juga mencakup kasus-kasus yang melibatkan penggunaan senjata api dalam kejadian kekerasan dalam rumah tangga.

Baca juga: Delapan terluka dalam insiden penembakan di New York

Selanjutnya, kepolisian Fairfield di California mengatakan kepada RIA Novosti bahwa telah terjadi penembakan di sebuah pusat perbelanjaan setempat, yang terjadi dekat sebuah toko menjual kostum Halloween.

Enam orang, yang berusia antara 16 hingga 43 tahun, terluka, dan seorang wanita hamil berusia 31 tahun tewas, kata pejabat penegak hukum setempat.

Kantor Sheriff Eureka di Montana juga melaporkan seorang wakil sheriff tewas dalam baku tembak pada Jumat malam (30/10). Petugas kepolisian merespons panggilan darurat saat seorang penyerang melepaskan tembakan; seorang petugas lainnya juga terluka.

Di Alabama, dua orang tewas dalam insiden penembakan di sebuah kompleks apartemen. Empat orang dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu pagi (31/10) di Kansas, menurut kepolisian Wichita kepada RIA Novosti. Salah satu korban terkena peluru nyasar di wajahnya.

Baca juga: Trump ingin "cari tahu" dengan siapa AS bernegosiasi soal Iran

Pada malam hari menjelang Minggu (1/11), terjadi insiden penembakan dekat kampus Universitas Delaware, yang mengakibatkan enam orang terluka.

Di kota lain di Texas, tujuh orang dilarikan ke rumah sakit akibat luka tembak dalam sebuah pesta ulang tahun.

Di Florida, seorang pemuda berusia 20 tahun tewas dan sembilan orang lainnya, termasuk seorang gadis berusia 15 tahun, terluka dalam sebuah pesta, menurut kepolisian Jacksonville.

Di Illinois, seorang pemuda berusia 19 tahun tewas dan delapan orang lainnya terluka.

Dengan demikian, secara keseluruhan, para analis menyatakan 201 orang terluka dan 76 orang tewas dalam insiden terkait senjata api di seluruh Amerika Serikat sejak Jumat (30/10).

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Hegseth: Iran harus pilih antara kesepakatan atau hadapi serangan AS

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Kuntum Khaira Riswan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira