Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni menyebut kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi sudah memperlihatkan perkembangan positif dibandingkan tiga pekan lalu, dengan pembasahan lahan sebagai pencegahan akan dikejar sebelum 2 November mendatang.

"Hari ini saya datang kembali ke Jambi untuk kesekian kalinya, terutama mengecek perkembangan Jambi. Alhamdulillah, wasyukurillah keadaan Jambi jauh lebih baik ketimbang tiga minggu lalu ketika saya datang ke sini," kata Menhut Raja Antoni dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa.

Dalam kunjungan di Jambi pada Selasa, Menhut Raja Juli Antoni mengatakan berdasarkan pemantauan dengan tingkat kepercayaan (confidence) di Sipongi titik panas (hotspot) sudah tidak ditemukan. Meski demikian, hasil pengecekan di lapangan masih menemukan dua lokasi yang perlu ditangani.

Baca juga: Personel Satgas Karhutla jalani pemeriksaan kesehatan sebelum bertugas

Menhut menyebut Jambi akan segera memasuki musim hujan. Berdasarkan informasi BMKG, curah hujan diperkirakan cukup tinggi hingga 2 November.

Kondisi tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat upaya pembasahan lahan agar kondisi karhutla semakin terkendali.

"Berita baik lainnya, alhamdulillah bahwa musim hujan akan segera datang di Jambi. Akan ada hujan yang tadi dikatakan oleh BMKG cukup, apa namanya, curah hujan cukup tinggi sampai tanggal 2 November," kata Raja Antoni.

Ia berharap periode tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pembasahan. Selain mengandalkan hujan alami, upaya tersebut juga akan diperkuat melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) serta pembasahan oleh pasukan di lapangan.

"Jadi hujannya alami, ada TMC, akan kita pertebal, kemudian juga pembasahan oleh pasukan akan dilakukan," ujarnya.

Menhut Raja Antoni menambahkan setelah 2 November pemerintah akan memperkuat patroli untuk mencegah munculnya titik api baru.

Baca juga: BKSDA Jambi pastikan gajah di PIKG dalam kondisi sehat selama karhutla

Baca juga: Api gambut sulit dipadamkan, Kapolda Jambi minta bantuan pakar

Patroli tersebut akan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, kepolisian kehutanan, dan BPBD hingga musim hujan yang lebih besar tiba.

"Setelah tanggal 2 November kita berharap nanti ada patroli besar-besaran juga dari TNI, Polri, Manggala Agni, kepolisian kehutanan, dan BPBD agar tidak ada titik baru, tidak ada titik api baru setelah tanggal 2 November sampai musim hujan lebih besar," katanya.

Menhut juga mengingatkan masyarakat agar tidak kembali melakukan pembakaran hutan dan lahan. Menurutnya, penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama agar tidak muncul titik api baru di Jambi.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Prisca Triferna Violleta

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira