Jangan mereka menganggap kita ini sebagai kelinci percobaan untuk penjualan narkoba di wilayah Indonesia, terutama di wilayah Riau. Saya tidak akan main-main
Pekanbaru, (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol. Arman Achdiat mengingatkan agar Riau tidak dijadikan jalur masuk dan distribusi narkotika dari Malaysia oleh sindikat lintas negara.
“Jangan mereka menganggap kita ini sebagai kelinci percobaan untuk penjualan narkoba di wilayah Indonesia, terutama di wilayah Riau. Saya tidak akan main-main,” kata Arman di Pekanbaru, Selasa.
Ia menjelaskan, sindikat narkotika lintas negara merekrut jaringan lokal yang dikenal dengan istilah “becak laut” dan “becak darat” untuk mendistribusikan narkoba.
Baca juga: Polda Riau sita 101 kg narkotika selama Operasi Sarang Narkoba
Menurut dia, narkotika yang diselundupkan dari Malaysia melalui wilayah pesisir timur Riau, seperti Dumai, Pulau Rupat, dan Bengkalis, direncanakan untuk diedarkan ke sejumlah daerah, termasuk Riau, Medan, hingga Sumatera Selatan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pengungkapan kasus penyelundupan sabu-sabu seberat 34,9 kilogram yang berasal dari Malaysia. Dalam pengungkapan itu, Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mengamankan lima tersangka untuk menjalani pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.
Untuk memperketat pengawasan, Polda Riau memperkuat sinergi lintas instansi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Pemerintah Provinsi Riau.
Selain penindakan di lapangan, Polda Riau juga menyiapkan upaya mitigasi dan pencegahan melalui pembentukan satuan tugas khusus yang menyasar lingkungan sekolah guna melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Baca juga: Polda Riau gagalkan peredaran 47 kilogram sabu-sabu di Pekanbaru
Baca juga: 63 positif narkoba di MP Club, polisi dalami peran delapan orang
Pewarta: Bayu Agustari Adha/Annisa Firdausi
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Bayu Agustari Adha/Annisa Firdausi
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira