Penting kualifikasi pengasuh pesantren, karena seorang kiai harus memiliki sanad keilmuan yang jelas serta pengalaman menempuh pendidikan di lingkungan pesantren agar dapat menjaga kualitas pembelajaran dan menjadi teladan bagi santri

Kota Jambi (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jambi mencatat 497 pondok pesantren telah terdaftar di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) Kanwil Kemenag Jambi Amiruddin di Jambi, Rabu, mengatakan perkembangan itu menunjukkan tinggi kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan berbasis pesantren.

Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring peningkatan permohonan pendirian pesantren baru.

Pihaknya masih menemukan sejumlah pesantren yang beroperasi namun belum mengantongi izin operasional resmi.

"Kejadian yang ada di lapangan mencemarkan ini hampir rata-rata pondok pesantren yang tidak memiliki izin operasional," katanya.

Kondisi tersebut menyulitkan pengawasan dan penindakan apabila terjadi persoalan yang mencemarkan nama baik lembaga pendidikan keagamaan.

Amiruddin mengatakan izin operasional menjadi dasar bagi Kemenag untuk memverifikasi dokumen dan melakukan kunjungan lapangan guna memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai ketentuan.

Proses seleksi diperketat pada figur kepemimpinan pondok pesantren, penetapan sosok kiai atau pengasuh pesantren tidak boleh sekadar formalitas berdasarkan Surat Keputusan (SK) administratif.

"Penting kualifikasi pengasuh pesantren, karena seorang kiai harus memiliki sanad keilmuan yang jelas serta pengalaman menempuh pendidikan di lingkungan pesantren agar dapat menjaga kualitas pembelajaran dan menjadi teladan bagi santri," kata dia.

Kanwil Kemenag Jambi mengimbau pengelola pesantren memperketat pengawasan kegiatan harian santri, menyediakan fasilitas kesehatan, serta mencegah perundungan dan kekerasan.

Langkah tersebut bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Amiruddin mendorong penguatan program kemandirian pesantren untuk menopang operasional lembaga sekaligus membantu meringankan biaya pendidikan, terutama bagi keluarga kurang mampu.

"Kami berharap pesantren dapat meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat perlindungan santri, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keagamaan," katanya.

Baca juga: Santri merakit masa depan digital

Baca juga: Hari Santri, Gubernur Banten: Ponpes-santri penopang kemandirian umat

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Agus Suprayitno

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira