Banyak yang menanyakan kepada kami apakah Indonesia di ambang krisis. Menurut kami, lebih baik kita lihat fundamentalnya saja. Kita lihat, tahun 1998, (pertumbuhan ekonomi) minus 13 persen. 2020, waktu COVID-19, minus 2,1 persen. Sedangkan sekarang,

Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai fundamental ekonomi nasional masih kuat di tengah tekanan pasar modal dan pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp18.170 per dolar AS.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, penilaian terhadap kondisi ekonomi nasional perlu mempertimbangkan indikator fundamental, termasuk pertumbuhan ekonomi dan penyaluran kredit perbankan.

“Banyak yang menanyakan kepada kami apakah Indonesia di ambang krisis. Menurut kami, lebih baik kita lihat fundamentalnya saja. Kita lihat, tahun 1998, (pertumbuhan ekonomi) minus 13 persen. 2020, waktu COVID-19, minus 2,1 persen. Sedangkan sekarang, plus 5,61 persen,” kata Anindya dalam Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta, Kamis.

Ia merujuk pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan serta pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2026 sebesar 13,3 persen secara tahunan.

Anindya mengakui tekanan di pasar keuangan, antara lain arus dana keluar dari pasar modal senilai Rp124 triliun, penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 40 persen sepanjang 2026, serta pelemahan rupiah hingga Rp18.170 per dolar AS.

Ia juga menyoroti pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) sebesar 24,6 persen dan penurunan belanja modal daerah sebesar 70 persen. Menurut dia, kondisi tersebut perlu dicermati bersama dengan perkembangan ekonomi di luar Pulau Jawa.

Di sisi lain, Anindya menyebut realisasi investasi hilirisasi pada Januari-September 2026 mencapai Rp480 triliun, atau tumbuh 11,3 persen secara tahunan, berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Menurut dia, penguatan investasi dan sektor usaha produktif penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Kadin juga mendorong lebih banyak perusahaan sektor riil memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan serta memperkuat keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok industri melalui kemitraan dan pengembangan pemasok lokal.

Baca juga: Kadin bidik peningkatan porsi produksi RI bagi merek global

Baca juga: Kadin: RI berpotensi tingkatkan peran dalam komputasi AI

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Shofi Ayudiana

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira