Tokyo (ANTARA) - Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan tengah mempertimbangkan opsi untuk mengekspor reaktor nuklir generasi mendatang hasil pengembangan bersama mereka ke Indonesia.

Berdasarkan laporan sumber-sumber pemerintah Jepang pada Minggu, langkah ini merupakan bagian dari kerja sama industri nuklir ketiga negara dengan dukungan pemerintah untuk mengembangkan dan memproduksi reaktor modular kecil (small modular reactors).

Inisiatif tersebut diharapkan dapat diterapkan di negara-negara lain, sebagai alternatif teknologi nuklir asal Rusia dan China.

Indonesia sendiri telah menjalin kesepakatan dengan korporasi nuklir milik negara Rusia, Rosatom, untuk pengoperasian dua pembangkit listrik tenaga nuklir terapung.

Selain Indonesia, ketiga negara tersebut juga membidik Malaysia dan Filipina sebagai tujuan potensial penempatan reaktor modular di masa mendatang.

Proyek bersama ini menindaklanjuti penandatanganan kesepakatan kerangka kerja sama trilateral oleh para menteri luar negeri Jepang, AS, dan Korsel pada Juli lalu guna mempromosikan penyebaran reaktor modular kecil ke mancanegara.

Dalam kolaborasi strategis ini, Washington akan memimpin dalam keahlian desain reaktor nuklir, Seoul memegang peran utama dalam konstruksi pembangkit, sementara Tokyo berkontribusi melalui keahlian manufaktur peralatan utama pembangkit.

Sumber: Kyodo

Baca juga: BRIN reaktivasi Reaktor Nuklir TRIGA 2000 guna perkuat riset Indonesia

Baca juga: Indonesia, AS, Jepang bahas penerapan reaktor modular kecil nuklir

Baca juga: Indonesia selesaikan studi kelayakan reaktor nuklir dengan Jepang, AS

Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Yashinta Difa

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira