Jakarta (ANTARA) - Pasangan ganda putri Janice Tjen/Venus Williams terhenti dalam babak semifinal Guangzhou Open 2026 setelah mengakui ketangguhan pasangan Polina Kudermetova/Maria Timofeeva lewat 4-6, 7-6, dan 6-10 pada pertandingan yang berlangsung di Guangzhou, China, Sabtu.
Pasangan ganda berkebangsaan Indonesia-Amerika Serikat tersebut menjalani pertandingan sengit dengan durasi selama 1 jam 47 menit menghadapi Kudermotova/Timofeeva.
Di set pertama, Janice/Venus sempat memulai langkah dengan apik setelah unggul cepat 2-1. Namun selepas unggul, Janice/Venus gagal mengendalikan tempo permainan hingga harus kandas lewat 4-6.
Memasuki set kedua, Janice/Venus mencoba untuk bermain lebih agresif dengan memanfaatkan sejumlah kesalahan dari Kudermoetova/Timofeeva yang kerap kehilangan serve. Meski demikian pertandingan berjalan begitu ketat hingga kedudukan berimbang 5-5.
Baca juga: Janice Tjen/Venus Williams ke semifinal Guangzhou Open 2026
Tetapi ketenangan ditunjukkan oleh Janice/Venus di penghujung set untuk membalik kedudukan menjadi kemenangan 7-6.
Dalam set penentuan, Janice/Venus sebenarnya memulai langkah dengan begitu baik setelah unggul cepat 3-0. Akan tetapi memasuki pertengahan set, Janice/Venus justru kehilangan ritme permainan.
Kudemoetova/Timofeeva yang bisa memanfaatkan situasi akhirnya mendulang lima angka beruntun untuk bisa membalikkan keadaan lewat kemenangan 10-6.
Berdasarkan statistik pertandingan Kudemoetova/Timofeeva memenangkan total empat ace berbanding 0. Meski demikian, Janice-Venus unggul dalam servis poin yang dimenangkan setelah memperoleh 45 poin dari kemungkinan 72 poin. dengan rerata 63 persen. Berbanding Kudemoetova/Timofeeva yang meraih 51 poin dari kemungkinan 82 poin dengan rerata 62 persen.
Baca juga: Janice Tjen juara ganda Japan Open 2026 bersama Storm Hunter
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Fajar Satriyo
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira