Istanbul (ANTARA) - Badan Keamanan Siber Nasional Italia, Senin (2/11), mendesak peritel besar, operator logistik pangan, dan perusahaan pendingin industri untuk memperkuat langkah-langkah keamanan menyusul serangkaian serangan siber di beberapa negara Eropa.

Peringatan tersebut muncul setelah serangan siber terhadap sistem pendingin berdampak pada setidaknya empat supermarket Coop di Sisilia, yang menyebabkan bahan pangan menjadi rusak, menurut laporan kantor berita Italia, ANSA.

Giuseppe Spadaro, manajer umum grup Radenza, perusahaan yang mengoperasikan supermarket dengan merek Coop, mengatakan bahwa setidaknya tiga gerai di Catania dan satu gerai di Palermo menjadi sasaran.

Serangan tersebut mengubah pengaturan suhu pada sistem pendingin, sehingga suhu di etalase pendingin makanan meningkat hingga melampaui batas aman.

"Serangan terjadi pada pukul 4 pagi. Kami sedang melakukan penilaian terhadap kerusakan yang ditimbulkan. Untuk beberapa kasus, masalah tersebut telah berhasil kami atasi," kata Spadaro.

Dia menambahkan bahwa pihak perusahaan telah menghubungi Badan Keamanan Siber Nasional dan mengaktifkan protokol untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kepolisian pos (polisi khusus kejahatan siber) Italia sedang menyelidiki asal serta cakupan serangan tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterkaitan dengan insiden serupa di negara-negara Eropa lainnya.

Sebuah pertemuan yang dipimpin oleh Alfredo Mantovano, wakil menteri untuk perdana menteri, dijadwalkan berlangsung pada Selasa di Palazzo Chigi.

Pertemuan tersebut diperkirakan akan dihadiri oleh para kepala badan intelijen Italia serta direktur Badan Keamanan Siber Nasional.

Serangan di berbagai wilayah Eropa

Insiden itu menyusul gangguan pada sistem pendingin yang sebelumnya dilaporkan terjadi di Belgia, Swedia, Luksemburg, Estonia, Belanda, dan Irlandia.

Jaksa federal Belgia telah memulai penyelidikan setelah sejumlah supermarket melaporkan bahwa pelaku secara jarak jauh mengaktifkan pengaturan pencairan es, yang menyebabkan suhu di dalam sistem pendingin naik melebihi batas yang diizinkan.

Komisaris Pertanian dan Pangan Uni Eropa, Christophe Hansen, menyebut insiden tersebut sebagai "upaya sengaja untuk mengganggu rantai pasok pangan kita dan merusak kepercayaan konsumen."

Hansen menyatakan akan mengangkat masalah tersebut dalam pertemuan dengan para komisaris lainnya dalam waktu dekat.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Serangan siber ganggu penerbangan di sejumlah bandara besar Eropa

Baca juga: Produsen perangkat digital EU wajib lapor serangan siber dalam 24 jam

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Cindy Frishanti Octavia

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira