Jakarta (ANTARA) - Penyanyi dan penulis lagu Isyana Sarasvati menyuarakan keresahan akan lini masanya yang riuh lewat lagu kolaborasi yang baru.
Lagu berjudul "Dogs Are Always True" itu merupakan fragmen kelima dari EP "Garis Tegak" milik Lafa Pratomo yang dibawakan bersama Isyana dan musisi Jason Ranti.
“Lini masa tuh menarik sekaligus tricky. Menarik, karena kita bebas menyuarakan pendapat dan bercerita setelanjang-telanjangnya. Tricky, karena banyak informasi yang tidak jelas kebenarannya. Jadi harus benaran jeli dan hati-hati,” kata Isyana dalam siaran pers para musisi di Jakarta, Selasa.
Lafa Pratomo mengungkapkan bahwa lagu itu menangkap curahan hati Jason Ranti mengenai lini masa yang menampilkan persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) tetangganya yang pekerjaannya digantikan oleh kecerdasan buatan (AI).
“Ini tuh curhatannya Jason, dia cerita kalau tetangganya habis kena layoff karena kerjaannya diganti AI,” tutur Lafa Pratomo.
Baca juga: Isyana Sarasvati nyanyikan soundtrack film animasi Garuda di Dadaku
Jason Ranti sih santai saja soal fenomena di lini masanya itu. Ia mengatakan “Lini masa? Emang perlu ditanyain?” Sentimen itu kemudian memantik diskusi mendalam di antara ketiganya hingga melahirkan lagu itu.
Perkara AI tentu tak lepas dari kolamnya, yaitu: internet. Di lagu itu, mereka mendendangkan fenomena-fenomena yang muncul dalam jaringan (daring). “Internet sibuk. Berisik. Apalagi di keadaan serba kacau kayak sekarang,” lanjut Lafa Pratomo.
Isyana Sarasvati menimpali pandangannya soal internet. “Menarik dan cepat sekali jalannya. Sampai kadang overwhelming juga buat penggunanya,” katanya.
Isyana menambahkan bahwa cukup penting baginya untuk terus bijak dalam merespons semua hal di internet demi bisa berhenti menggulir (scrolling).
Lafa menjelaskan proses produksi lagu "Dogs Are Always True" terasa mengalir melalui sesi jamming dan call-and-response yang dimulai tanpa bahan alias hampir dari nol.
Hasilnya adalah sebuah sajian yang tidak biasa, di mana Jason Ranti dan Isyana Sarasvati tampil membawakan rap dengan iringan musik electro-pop yang ringan di telinga. Lagu itu juga dilengkapi dengan chorus reflektif tentang perasaan manusia di era modern.
Baca juga: Iwan Fals dan Isyana nyanyi di gala film animasi Panji Tengkorak
Saat mendapat pertanyaan soal alasan memilih judul lagu yang unik, Jason Ranti merespons dengan pernyataan menggelitik, “Karena banyak manusia penipu… eh, tapi gak semuanya. Hehe.”
Sebagai bagian dari EP Garis Tegak, "Dogs Are Always True" menjadi wadah bagi Lafa untuk mengeluarkan tabungan kreatif pribadinya.
Setelah 12 tahun terakhir, produser itu pernah berperan dalam karya-karya Iwan Fals, Danilla, hingga Nadin Amizah sambil terus menunggu waktu untuk tampil dan "menunjukkan taring sendiri".
Mendapat dukungan penuh dari KithLabo dan Syaip Studio, "Dogs Are Always True" melengkapi deretan kolaborasi tidak biasa dalam proyek EP "Garis Tegak" ini.
Sebelumnya, Lafa memadukan Feby Putri & Matter Mos (“Seperti Angka 8”), Nadhif Basalamah & Hursa (“Bukan Kendalimu”), The Jansen & Bilal Indrajaya (“terabas”), dan Ari Lesmana & White Chorus (“Juara Dua”).
Lagu "Dogs Are Always True" sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital mulai 3 November 2026.
Baca juga: 'Hari-Hari Musik' menjadi doa untuk kebahagiaan dari Jason Ranti
Baca juga: Jason Ranti bawakan aransemen beda di"This is My Wave Concert"
Baca juga: "Koboy Kampus" habiskan durasi riset enam tahun
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Abdu Faisal
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira