Jakarta (ANTARA) - Dokter Penyakit Dalam Subspesialis Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan Prof. Dr. Fahrial Syam, SppD,K-GEH, menyarankan pasien yang kerap mengalami penyakit yang disebabkan asam lambung atau GERD untuk melakukan konsultasi dengan dokter sehingga dapat memastikan pengobatan yang tepat.

“Ketika seseorang ini mengalami GERD memang dua hal yang ditangani masalah tadi stresnya, faktor pencetusnya itu harus dikendalikan. Jadi pasien-pasien yang mengalami GERD harus berobat dengan benar,” ujarnya dalam wawancara bersama ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) itu juga mengatakan bahwa dengan pengobatan yang tepat maka persoalan GERD dapat ditekan sehingga persoalan asam lambung tidak terjadi secara berulang.

“Kalau tidak berobat dengan benar ketika dia mengalami serangan GERD itu akan mencetuskan lagi, akhirnya kita selalu bilang lingkaran setan. Jadi stresnya tidak ditangani dengan baik, akhirnya menyebabkan terjadinya stres berputar-putar (berulang),” ujarnya lagi.

Baca juga: Apa bedanya maag dan GERD? Kenali gejala dan penyebabnya

Dalam masa pengobatan, ia juga menyarankan pasien menghabiskan obat yang telah diresepkan sesuai dengan durasi yang disarankan dokter, hal tersebut bertujuan untuk mengontrol produksi asam lambung sehingga persoalan yang dikeluhkan dapat benar-benar tuntas dan tidak berulang.

Prof Ari menjelaskan bahwa GERD atau penyakit yang disebabkan asam lambung berkaitan dengan gaya hidup dengan tingkat stres tinggi, kurang tidur pada malam hari, beban kerja yang berat serta dapat juga disebabkan oleh makanan tinggi lemak seperti cokelat, keju, makanan asam dan pedas, alkohol hingga merokok.

Sementara soal penyakit lambung, ia menjelaskan bahwa sakit maag dan GERD sama-sama disebabkan oleh asam lambung. Untuk sakit lambung biasa dikenal sebagai dispepsia atau sebagian mengenalnya dengan istilah stritis yakni penyakit yang hanya terjadi di lambung saja.

Namun ketika asam lambung naik ke kerongkongan maka hal itu berubah dan disebut dengan GERD atau gastroesophageal reflux disease yakni kondisi isi lambung termasuk asam lambung kembali ke esofagus dari lambung.

Penyakit GERD merupakan kelanjutan dari sakit maag atau komplikasi dari sakit maag yang tidak ditangani dengan baik.

Baca juga: Sering dianggap mirip, ini bedanya sakit jantung dan asam lambung

Baca juga: Konsumsi madu bisa bantu redakan gangguan lambung

Baca juga: Dokter: Puasa bantu mengurangi kejadian penyakit asam lambung

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Sinta Ambarwati

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira