Ramalllah (ANTARA) - Tentara Israel melanjutkan operasi militer dan serangan ke Hebron, di wilayah selatan Tepi Barat yang diduduki, selama delapan hari berturut-turut hingga Jumat.

Pasukan Israel melakukan penggerebekan dan memperketat pembatasan pergerakan di kota tersebut, menurut sumber-sumber lokal kepada Anadolu.

Menurut sumber tersebut, pasukan Israel menggerebek kawasan Jilada dan Ain Deir Baha dengan mengerahkan sejumlah besar tentara dan kendaraan militer. Militer itu juga memaksa puluhan warga Palestina di kawasan Ain Deir Baha meninggalkan rumah mereka.

Perkembangan terbaru ini terjadi setelah militer Israel melancarkan operasi militernya pada 23 Oktober, menyusul insiden penembakan yang menewaskan dua tentara Israel di kawasan Farsh al-Hawa, pintu masuk barat laut Kota Hebron.

Militer Israel kemudian menewaskan dua warga Palestina yang diduga terlibat dalam penembakan dan memperketat pembatasan di kota itu.

Lebih lanjut, sumber-sumber lokal menambahkan bahwa militer Israel mendatangkan bala bantuan ke sekitar rumah Ahmad dan Hamouda al-Ja’ba, dua orang yang dituduh melakukan penembakan terhadap tentara Israel di Farsh al-Hawa.

Pasukan Israel juga menggeledah dua rumah milik keluarga al-Ja’ba, kata sumber tersebut.

Baca juga: 3.361 Warga Hebron terpaksa mengungsi akibat agresi Israel

Sumber-sumber itu mengatakan suara penggalian terdengar dari dalam kedua rumah tersebut, tetapi tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

Sementara itu, kamera Anadolu merekam pasukan Israel menahan sejumlah warga Palestina di pos pemeriksaan militer dekat bundaran Jilada di Hebron, menggeledah mereka, serta memperlakukan mereka secara buruk.

Pemerintah Kota Hebron pada Selasa malam menyatakan bahwa operasi militer yang masih berlangsung tersebut telah menyebabkan 4.969 warga Palestina dari 780 keluarga mengungsi.

Pada hari-hari pertama operasi, Hebron mengalami pengusiran paksa warga, penghancuran rumah, fasilitas dan pertokoan, serta perusakan infrastruktur.

Pasukan Israel juga mengubah sejumlah rumah menjadi barak militer dan mengibarkan bendera Israel di atas bangunan tersebut.

Menurut pernyataan Masyarakat Tahanan Palestina, militer Israel menangkap 110 warga Palestina di wilayah Kegubernuran Hebron sejak dimulainya operasi hingga Rabu.

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya serangan militer Israel dan kekerasan oleh para pemukim terhadap warga Palestina di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sejak Israel melancarkan perang genosida di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Serangan tersebut mencakup pembunuhan dan penangkapan warga Palestina, penghancuran rumah dan fasilitas, pembakaran masjid dan kendaraan, perataan lahan pertanian dengan buldoser, pelarangan petani mengakses ladang mereka, pengusiran komunitas Palestina, serta perluasan permukiman ilegal Israel.

Sumber: Anadolu

Baca juga: UNRWA mengaku prihatin dengan situasi di Hebron Tepi Barat

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Kuntum Khaira Riswan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira