Istanbul (ANTARA) - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf mengatakan Iran telah menyampaikan respons tegas dan rasional kepada Amerika Serikat dan menegaskan kini AS harus memutuskan apakah akan mencegah pecahnya perang kembali.

Berbicara dalam sidang parlemen, Selasa, Qalibaf, yang juga memimpin tim negosiasi Iran dalam perundingan dengan AS, mengatakan Iran tetap siap menempuh jalur diplomasi maupun menghadapi konfrontasi militer.

"Iran telah menyampaikan respons yang tegas dan rasional kepada pihak Amerika dan kini bola berada di tangan Amerika untuk mencegah perang," kata Qalibaf.

Dia menegaskan angkatan bersenjata Iran tetap berada dalam tingkat kesiapsiagaan pertahanan tertinggi.

"Jika AS kembali melakukan kesalahan strategis, maka mereka harus tahu bahwa kali ini mereka akan menghadapi medan pertempuran baru dan akan semakin kesulitan mencari jalan keluar," tambahnya.​​​​​​​​​​​​​​

Baca juga: Militer AS diam-diam lancarkan serangan ke wilayah selatan Iran

Qalibaf juga menuduh AS menjalankan kebijakan jangka panjang untuk mendominasi Iran. Menurut dia, AS sebelumnya mengandalkan pemerintahan yang patuh terhadap kepentingannya, tetapi kini menggunakan perang militer, ekonomi, dan psikologis.

Dia menegaskan Iran tidak akan menyerah pada ancaman militer dan memperingatkan bahwa setiap kesalahan perhitungan AS akan memicu respons yang tidak dapat diprediksi. Respons militer Iran terhadap setiap serangan baru tidak akan dibatasi oleh batas-batas geografis, tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Qalibaf di tengah berlangsungnya kontak diplomatik tidak langsung antara Iran dan AS, setelah serangan gabungan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Baca juga: Vance: AS-Iran capai kemajuan dalam negosiasi damai

Sementara itu, Senin (2/11), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Iran masih bertukar pesan dengan AS melalui para mediator.

Dia menambahkan proposal diplomatik Iran yang telah direvisi dan terdiri atas tujuh tahap dapat diterapkan sepenuhnya dalam waktu dua hari.​​​​​​​

Baqaei mengatakan kemajuan untuk memulihkan keamanan di Selat Hormuz bergantung pada kesediaan AS untuk mengakhiri blokade lautnya, serta memenuhi tuntutan Iran, termasuk pelonggaran sanksi dan pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan.

Iran turut menegaskan bahwa pihaknya tetap terbuka terhadap jalur diplomasi, sembari memperingatkan bahwa angkatan bersenjatanya siap merespons setiap tindakan militer baru.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Iran sebut AS menjadi pihak penentu penyelesaian konflik

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Kuntum Khaira Riswan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira