Para mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan emas ini sebaik-baiknya sebagai ruang untuk tumbuh

Bogor (ANTARA) - IPB University berkolaborasi dengan Yayasan Dreamdelion Indonesia selenggarakan rangkaian program kewirausahaan Women’s Economic and Emotional Empowerment for Value Enhancement (WAVE) yang mencakup kompetisi bisnis, bootcamp hingga inkubasi bisnis.

Wakil Rektor IPB University Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Deni Noviana dalam keterangannya di Bogor, Rabu, menyebutkan program WAVE sangat komprehensif karena mencakup empat pilar utama, yakni pengetahuan pengembangan bisnis, literasi keuangan, kesehatan mental dan resiliensi, serta kemampuan pengelolaan media sosial.

"Para mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan emas ini sebaik-baiknya sebagai ruang untuk tumbuh, belajar, membangun jaringan, serta mengasah kemandirian ekonomi dan emosional," katanya.

Rangkaian panjang program ini dibuka melalui webinar bertajuk “Entrepreneurial Mindset: Discover, Build, and Grow Your Ideas”.

Prof Deni Noviana mengatakan tantangan dunia kerja maupun kewirausahaan semakin kompleks. Data menunjukkan adanya kesenjangan partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia, di mana pelaku usaha perempuan kerap menghadapi hambatan ganda, mulai dari literasi keuangan, jaringan bisnis, hingga ketahanan mental.

IPB University berkomitmen tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademis di ruang kelas, tetapi juga mencetak generasi muda yang memiliki ketangguhan karakter, jiwa kewirausahaan dan literasi finansial yang kuat.

"IPB University sangat menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi strategis dengan Dreamdelion melalui WAVE Project ini,” tambahnya.

Founder Dreamdelion, Alia Noor Anoviar mengingatkan bahwa masa transisi pascakuliah menuntut kemandirian finansial dan ketangguhan mental.

Ia menegaskan bahwa kesuksesan karier maupun bisnis usai wisuda lahir dari kedisiplinan dan kerja keras selama di bangku kuliah, bukan sekadar keberuntungan instan.

Alia membagikan pengalamannya mendirikan Dreamdelion yang diawali dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) hingga mampu bertahan dan berkembang selama 16 tahun.

Menurutnya, masa perkuliahan memberikan keluangan waktu serta akses jejaring yang luas untuk menguji berbagai ide bisnis tanpa takut menghadapi kegagalan.

"Jangan pernah merendahkan skill yang dimiliki saat ini. Fokuslah melihat masalah di sekitar sebagai peluang, karena konsistensi dan keberanian beradaptasi adalah kunci utama membangun usaha yang berkelanjutan,” pesannya.

Inspirasi nyata juga dihadirkan oleh alumnus Departemen Proteksi Tanaman IPB University angkatan 49, Sonya Suci Ramadhani, yang sukses mendirikan usaha produk perawatan diri alami, Sonya Botanika.

Baca juga: IPB University kolaborasi riset ekonomi biru dan ketahanan pangan

Baca juga: MWA IPB: Tahapan pemilihan rektor PAW utamakan musyawarah-mufakat

Pewarta: Syarif Abdullah
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Syarif Abdullah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira