Jakarta (ANTARA) - Masa kehamilan adalah fase istimewa yang menuntut perhatian ekstra, tidak hanya soal asupan makanan dan pola hidup, tetapi juga dalam memilih produk perawatan tubuh dan kecantikan sehari-hari.
Banyak calon ibu yang belum menyadari bahwa apa yang dioleskan ke kulit atau digunakan di rumah dapat berdampak langsung pada tumbuh kembang janin di dalam kandungan.
Berikut adalah alasan utama mengapa ibu hamil harus ekstra selektif dan tidak boleh sembarangan menggunakan produk perawatan maupun bahan kimia, dirangkum dari berbagai sumber yang memahami dampak kosmetik menurut medis:
1. Penyerapan bahan kimia melalui kulit ke aliran darah
Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang memiliki pori-pori dan pembuluh darah. Bahan kimia sintetis yang terkandung dalam skincare, kosmetik, atau produk perawatan tubuh yang dioleskan ke kulit dapat terserap masuk ke dalam aliran darah ibu. Aliran darah ini terhubung langsung dengan plasenta yang menyalurkan nutrisi sekaligus zat berbahaya ke janin.
2. Risiko gangguan organ dan cacat lahir pada janin
Bahan aktif tertentu yang umum ditemukan dalam produk kecantikan dapat menembus plasenta dan memengaruhi pembentukan organ janin, terutama pada trimester pertama.
- Retinoid / vitamin a derivatif: Sering ditemukan dalam produk anti-penuaan dan jerawat. Penggunaan dosis tinggi dapat memicu risiko cacat bawaan (teratogenik).
- Salicylic acid (BHA) dosis tinggi: Penggunaan asam salisilat dalam persentase tinggi atau pemakaian oral dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.
Baca juga: Produk kosmetik RI catat transaksi Rp26,35 miliar di Filipina
3. Ancaman endocrine disruptors (pengganggu hormon)
Banyak produk perawatan harian mengandung bahan seperti paraben, phthalates, dan triclosan. Zat-zat ini berfungsi sebagai pengawet atau pewangi sintetis, tetapi di dalam tubuh dapat meniru atau mengganggu kerja hormon estrogen dan tiroid.
Gangguan sistem endokrin ini berpotensi memicu berat badan lahir rendah (BBLR), kelahiran prematur, hingga masalah perkembangan saraf anak di kemudian hari.
4. Sensitivitas kulit ibu hamil meningkat
Perubahan hormon selama kehamilan membuat kulit menjadi jauh lebih sensitif, mudah iritasi, serta rentan terhadap hyperpigmentation (seperti melasma atau bercak hitam). Menggunakan produk yang keras atau mengandung alkohol tinggi, pewangi buatan, serta pemutih berbahaya seperti hidrokuinon atau merkuri dapat memperparah peradangan kulit dan membahayakan keselamatan janin.
Panduan aman memilih produk saat hamil
- Periksa label produk: Pastikan terdapat keterangan Pregnancy-Safe, Non-Comedogenic, atau Hypoallergenic.
- Hindari bahan berbahaya: Jauhi retinoid (retinol, tretinoin), hidrokuinon, merkuri, phthalates, paraben, dan oxybenzone (dalam sunscreen kimia).
- Pilih physical sunscreen: Gunakan tabur surya berbasis mineral seperti Zinc Oxide atau Titanium Dioxide yang hanya bekerja di permukaan kulit tanpa terserap ke aliran darah.
Konsultasikan ke dokter: Selalu diskusikan dengan dokter kandungan atau dokter kulit sebelum menggunakan produk perawatan baru selama masa kehamilan.
Baca juga: BPOM bongkar pabrik kosmetik ilegal di Mojokerto
Baca juga: BPOM ungkap daftar kosmetik dan suplemen tanpa izin edar di Tangerang
Pewarta: Munifa Husna Haryanti
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Munifa Husna Haryanti
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira