Jakarta (ANTARA) - PT Astra Otoparts Tbk membukukan laba bersih Rp1,80 triliun hingga kuartal III 2026, meningkat 14,7 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, seiring dengan pertumbuhan permintaan komponen otomotif dan produk suku cadang.
Presiden Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman mengatakan bahwa capaian positif ini tidak terlepas dari segmen manufaktur dan perdagangan yang saling melengkapi.
“Kami terus memperkuat kapabilitas manufaktur untuk mendukung penguatan kolaborasi dengan pelanggan OEM yang ada selain menambah OEM baru,” kata Yusak Kristian Solaeman dalam keterangan resminya, Selasa.
Dia melanjutkan bahwa perusahaan mendapatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp17,02 triliun, atau tumbuh 15 persen secara tahunan.
Baca juga: AOP kembangkan perangkat pengisian EV Astra Otopower
Baca juga: Toyota: Elektrifikasi perkuat kapabilitas industri otomotif RI
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh segmen manufaktur dan perdagangan yang memperoleh kontribusi dari peningkatan aktivitas industri otomotif serta permintaan pasar suku cadang.
Segmen manufaktur membukukan pendapatan Rp9,18 triliun, meningkat 17,6 persen dibandingkan Rp7,80 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut didorong permintaan komponen dari produsen kendaraan atau original equipment manufacturer (OEM), seiring peningkatan produksi kendaraan roda dua, roda empat, dan kendaraan komersial.
Astra Otoparts juga memperluas pengembangan komponen untuk kendaraan elektrifikasi atau xEV, termasuk komponen umum dan khusus, di samping mempertahankan pasokan bagi kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).
Perseroan turut mendiversifikasi bisnis manufaktur ke sektor nonotomotif, seperti alat kesehatan dan industri lainnya.
Sementara itu, segmen perdagangan mencatatkan pendapatan Rp7,84 triliun, tumbuh 12 persen dibandingkan Rp7 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja ini ditopang permintaan suku cadang aftermarket, perluasan jaringan distribusi, serta penjualan ekspor.
Hingga kuartal III 2026, perseroan didukung 49 diler utama, 28 kantor penjualan, dan 673 gerai ritel modern di Indonesia.
Pada bisnis pendukung kendaraan listrik, Astra Otoparts mengoperasikan 71 unit pengisian daya Astra Otopower di 61 lokasi strategis.
Yusak Kristian Solaeman mengatakan, pertumbuhan kedua segmen menjadi landasan perseroan dalam memperkuat daya saing dan menjaga keberlanjutan usaha.
Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai Rp25,18 triliun, meningkat 11,3 persen dibandingkan posisi akhir Desember 2025, dengan total ekuitas sebesar Rp17,89 triliun.
Baca juga: AOP ekspor komponen mesin dan rangka ke Filipina
Baca juga: BNI gandeng Telkomsel dan AOP guna dorong industri kreatif RI
Baca juga: AOP kenalkan Ulti X untuk kebutuhan pengendara harian dan juga balap
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Source: ANTARA · Chairul Rohman
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira