Sanur, Bali (ANTARA) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menawarkan peluang investasi berupa 43 temuan minyak dan gas bumi (migas) di cekungan yang masih dalam tahap eksplorasi.

“Terdapat peluang investasi bagi investor, yakni pengembangan 43 temuan migas di cekungan yang masih dalam tahap eksplorasi,” ujar Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus dalam ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) 2026 di Sanur, Bali, Senin.

Dari 43 cekungan migas yang telah dieksplorasi tersebut, terdapat cekungan yang berstatus sebagai underdeveloped discoveries atau temuan migas yang belum dikembangkan, serta rencana pengembangan lapangan migas yang tertahan atau stranded PODs.

Rikky menjelaskan Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen yang mencerminkan besarnya potensi hulu minyak dan gas bumi nasional.

Selain itu, lanjut dia, Indonesia memiliki cadangan terbukti minyak sebesar 2,3 miliar barel dan gas bumi sebesar 35 triliun kaki kubik (TCF) yang tersebar di 168 blok migas.

“Peluang pengembangan mencakup wilayah yang telah berproduksi maupun kawasan eksplorasi baru,” ujar Rikky.

Oleh karena itu, selain menawarkan para investor untuk mengembangkan 43 temuan migas di cekungan yang telah dieksplorasi, Rikky juga menawarkan para investor untuk memanfaatkan peluang investasi di 20 cekungan yang telah berproduksi, maupun melakukan eksplorasi di 65 cekungan frontier atau wilayah yang masih minim kegiatan eksplorasi.

“Prioritas kami adalah mempertemukan potensi dengan strategi investasi yang tepat, serta mempercepat konversi potensi menjadi produksi,” ucap Rikky.

Sebelumnya, Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Desti Melanti mengatakan stimulus fiskal yang menarik dapat mengubah potensi migas Indonesia menjadi produksi.

Desti menjelaskan bahwa mandat dari hulu migas untuk mencapai dan memenuhi target produksi dan lifting migas nasional tidak terlepas dari sejumlah isu yang harus dikawal.

Isu-isu tersebut meliputi kepastian hukum, kepastian investasi, dan kepastian stimulus fiskal yang memberikan peningkatan investasi.

Desti meyakini daya tarik sektor hulu migas Indonesia akan menarik minat investor apabila hal-hal tersebut dapat terpenuhi. Selain itu, Indonesia juga perlu untuk terus melakukan penemuan-penemuan cadangan baru yang nantinya akan berkontribusi terhadap tercapainya target produksi nasional.

Baca juga: Badan Geologi ajak investor eksplorasi 108 cekungan gali potensi migas

Baca juga: Capai 1 juta barel, pemerintah ajak investor garap 108 cekungan migas

Baca juga: Pemerintah fokus kembangkan lima area migas di wilayah timur Indonesia

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Putu Indah Savitri

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira