Jakarta (ANTARA) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan terdapat penandatanganan sejumlah kerja sama strategis di sektor hulu migas pada ajang Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026.
“Saya menekankan bahwa Indonesia membuka peluang yang lebar bagi investasi global. Kami menyambut hangat mitra-mitra internasional yang berminat untuk terlibat dalam pengembangan industri hulu migas Indonesia,” ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa.
Penandatanganan kerja sama strategis tersebut meliputi Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) antara PT Pertamina Drilling Services Indonesia dan Halliburton Worldwide Ltd.; Kontrak Time Charter Offshore Support Vessel antara PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) Samudra Offshore dan Atlantic Maritime Group FZE.
Lebih lanjut, juga terdapat penandatanganan kerja sama pendirian perusahaan baru di bidang surveying & mapping berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, antara PT Hidrokinetik Indo Pacific dan Tara Industries LLC, untuk melayani industri minyak dan gas bumi serta industri subsea cable di wilayah Timur Tengah & Afrika Utara (MENA); serta Kerja sama promotion and deployment of STARSEMAR Chemical Reservoir Stimulation antara PT Luas Birus Utama dan Tara Industries LLC.
Penandatanganan tersebut, kata dia, merupakan wujud komitmen kesiapan Indonesia dalam kerja sama energi global.
Upaya memperkuat kerja sama aliansi strategis ini berjalan seiring dengan tren investasi pada sektor hulu migas Indonesia yang terus berkembang positif.
“Tren investasi hulu migas Indonesia menunjukkan momentum yang positif. Pada 2025, investasi mencapai 14,9 miliar dolar AS dan diproyeksikan meningkat menjadi 17,87 miliar dolar AS pada 2026, tertinggi dalam satu dekade terakhir,” ucap Djoko.
Melalui ADIPEC, tutur dia melanjutkan, SKK Migas berharap dapat memperkuat momentum ini dengan membuka lebih banyak peluang kemitraan dan menarik investasi baru untuk mendukung pencapaian proyeksi tersebut.
Selain itu, Djoko juga menawarkan peluang investasi di 128 cekungan sedimen, termasuk 65 cekungan yang belum dieksplorasi.
“Potensi ini membuka peluang bagi investor global untuk berpartisipasi dalam pengembangan hulu migas Indonesia. Dukungan investasi, teknologi, serta kemitraan yang tepat akan menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi tersebut, mendorong penemuan sumber daya baru, serta memperkuat keberlanjutan produksi dan ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Baca juga: PHE catat produksi migas capai 945 ribu barel setara minyak per hari
Baca juga: Komaidi: Jaga kinerja positif di hulu atasi defisit perdagangan migas
Baca juga: PGN tanda tangani tujuh kesepakatan strategis di Forek Hulu Migas 2026
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Putu Indah Savitri
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira