Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat kerja sama dengan Kantor Dewan Pengendalian Narkotika (ONCB) Thailand guna membidik jaringan narkotika di Asia Tenggara.

Saat menerima kunjungan ONCB Thailand di Jakarta, Kamis (5/11), Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen kedua negara untuk meningkatkan kolaborasi dalam mengungkap jaringan kejahatan narkotika lintas negara.

"Sinergi antara ONCB Thailand, Polri, dan BNN merupakan langkah strategis mengingat tantangan peredaran gelap narkotika yang semakin kompleks dan melibatkan jaringan internasional," ujar Jenderal Polisi Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat dan melanjutkan kerja sama strategis antara Indonesia dan Thailand dalam penanganan serta pemberantasan kejahatan narkotika, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Salah satu fokus kerja sama berupa pemantauan dan pengejaran buronan yang terindikasi berada di kawasan perbatasan Thailand dan Myanmar.

Kapolri yang juga selaku Kepala BNN RI itu menyampaikan koordinasi dan kolaborasi ke depan akan semakin diintensifkan guna mendukung keberhasilan pengungkapan berbagai target jaringan narkotika.

Ia turut mengapresiasi kunjungan dan semangat kerja sama yang ditunjukkan ONCB Thailand. Keberhasilan pengamanan salah satu target besar asal Thailand sebelumnya menjadi salah satu capaian yang memperkuat pentingnya kolaborasi lintas negara.

Melalui pertemuan tersebut, BNN dan Polri bersama ONCB Thailand berkomitmen memperkuat pertukaran informasi, koordinasi, dan langkah penegakan hukum guna membongkar jaringan peredaran gelap narkotika serta mempersempit ruang gerak sindikat narkotika internasional.

Sebelumnya, Polri bersama National Narcotics Control Commission (NNCC) atau Komisi Nasional Pengendali Narkotika China juga telah memperkuat kolaborasi dalam upaya mengungkap jaringan penyelundup narkotika cair lintas negara.

Kapolri, di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/10), mengatakan Polri bersama NNCC telah menjalin kerja sama pemberantasan narkotika dan berhasil mengungkap kasus laboratorium narkoba (clandestine lab) di Kabupaten Pidie, Aceh.

Laboratorium tersebut memproduksi sabu cair menjadi sabu kristal. Dari pengungkapan kasus, total terdapat 11 orang yang diamankan di mana 10 orang, di antaranya telah ditetapkan tersangka, serta menyita barang bukti 1,2 ton sabu.

Ia mengatakan kolaborasi yang terjalin akan terus ditingkatkan untuk menjaga Indonesia dan negara-negara lain dari ancaman narkoba.

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Agatha Olivia Victoria

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira