Cadangan beras pemerintah sekitar 4,5 juta ton saat ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Jakarta (ANTARA) - Lembaga kajian Institute for Development of Economics and Finance (Indef) meminta pemerintah memperkuat perencanaan dan pengelolaan cadangan beras untuk menjaga ketersediaan pasokan menjelang Lebaran 2027, seiring potensi pergeseran masa panen akibat El Nino.
Peneliti Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan Indef Afaqa Hudaya, di Jakarta, Kamis, mengatakan cadangan beras pemerintah sekitar 4,5 juta ton saat ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Namun, ia mengatakan pemerintah perlu mengantisipasi kebutuhan pada kuartal I-2027, terutama menjelang Lebaran.
Menurut dia, El Nino berpotensi menggeser masa tanam ke Desember 2026 atau Januari 2027, sehingga panen raya yang biasanya berlangsung pada Maret dapat mundur menjadi April atau Mei.
“Jadi apakah stok sekitar 4,5 juta ton itu cukup? Untuk Natal dan Tahun Baru secara angka itu sebetulnya cukup. Yang perlu diwaspadai itu justru nanti Lebaran, bulan Maret tahun depan,” kata dia lagi.
Ia memperkirakan cadangan beras pemerintah pada awal 2027 berada di kisaran 3 juta hingga 3,5 juta ton, setelah dikurangi penyaluran bantuan pangan dan operasi pasar hingga akhir tahun ini.
Untuk menjaga ketersediaan pasokan, Afaqa menilai pemerintah perlu menyusun neraca beras periode Januari-April 2027 dengan mempertimbangkan luas tanam dan perkiraan cuaca, sekaligus menetapkan batas aman cadangan.
Menurutnya, jika hasil perhitungan menunjukkan stok berisiko berada di bawah batas aman, pemerintah perlu mengambil keputusan penambahan pasokan paling lambat Desember 2026 atau Januari 2027.
Selain itu, Afaqa mendorong pemerintah memperkuat operasi pasar menjelang Natal dan tahun baru serta dua hingga tiga pekan sebelum Ramadhan, terutama di daerah dengan harga beras tinggi.
Ia juga meminta pemerintah memprioritaskan penyaluran stok beras yang lebih lama, agar kualitasnya tetap terjaga dan bantuan yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi.
"Stok yang lama itu harus disalurkan segera untuk menjaga kualitas. Jangan sampai produk bantuan yang disalurkan justru memiliki kualitas rendah," ujarnya pula.
Untuk komoditas pangan lain, Afaqa meminta pemerintah memperkuat kerja sama antardaerah guna menjaga pasokan cabai dan bawang, serta menyiapkan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang Lebaran.
Baca juga: Bapanas: Inflasi beras Q3 2026 terendah dalam empat tahun berkat CBP
Baca juga: Indef paparkan alasan harga beras masih tinggi meski stok melimpah
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Shofi Ayudiana
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira