Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa hukum kemarin yang menjadi sorotan, di antaranya enam orang meninggal dunia akibat sebuah truk semen menabrak halte di Bekasi, hingga polisi pastikan situasi Tolikara kondusif.
Berikut rangkuman ANTARA untuk berita hukum kemarin yang menarik untuk kembali dibaca:
Enam orang meninggal setelah truk molen tabrak halte di Bekasi
Polres Metro Bekasi Kota menangani kecelakaan truk molen yang menabrak halte di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, dan mengakibatkan enam orang meninggal dunia, Minggu.
“Pengemudi menerangkan bahwa dirinya sudah tidak bisa mengendalikan kendaraan karena tidak dapat melakukan pengereman,” kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota Iptu Rojali di lokasi kejadian.
Rojali mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Truk molen tersebut melaju dari arah Universitas Muhammadiyah Indonesia menuju Rawa Panjang.
Baca selengkapnya di sini.
WALHI minta Polri umumkan nama korporasi tersangka karhutla
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Region Kalimantan mendesak Polri membuka identitas 20 korporasi tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk induk perusahaan dan pemilik manfaat akhir atau beneficial owner.
"WALHI Kalbar mendesak Bareskrim Polri, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Lingkungan Hidup tidak sekadar menerapkan pasal pidana formal. Harus ada tindakan tegas berupa pembekuan hingga pencabutan izin usaha bagi korporasi yang terbukti lalai maupun sengaja membakar lahan konsesinya," kata Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Barat Sri Hartini di Pontianak, Minggu.
Baca selengkapnya di sini.
Polri pastikan keluhan penggeledahan di Ponpes Sukoharjo didalami
Polri memastikan keluhan terkait penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo, Jawa Tengah, akan didalami secara objektif dan profesional melalui mekanisme yang berlaku.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangan di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa Polri mendengar kritik dan keluhan yang disampaikan masyarakat. Ia juga menyampaikan empati kepada pihak-pihak yang terdampak, termasuk santri.
Maka dari itu, laporan dan informasi yang diterima akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pengawasan internal, termasuk oleh fungsi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.
Baca selengkapnya di sini.
Bea Cukai gagalkan penyeludupan 10 juta batang rokok ilegal di Aceh
Tim gabungan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan 10 juta batang rokok ilegal di perairan Tanjung Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara serta mengamankan sejumlah anak buah kapal yang mengangkut rokok tersebut.
Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh Leni Rahmasari di Banda Aceh, Minggu, mengatakan tim gabungan turut mengamankan satu unit kapal motor dalam penindakan tersebut.
"Tim gabungan Bea Cukai mengamankan kapal pengangkut 10 juta batang rokok ilegal serta mengamankan sejumlah anak buah kapal yang mengangkut rokok tersebut," kata Leni Rahmasari.
Baca selengkapnya di sini.
Polisi pastikan situasi Tolikara kondusif setelah perdamaian tercapai
Kepolisian Resor (Polres) Tolikara, Papua Pegunungan memastikan situasi terkini di daerah setempat kondusif setelah upaya perdamaian yang dilakukan oleh pemerintah daerah, tokoh agama, masyarakat, adat, pemuda serta forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) wilayah tersebut tercapai pasca konflik.
Perdamaian antara masyarakat yang bertikai di Kabupaten Tolikara telah diselesaikan dengan deklarasi damai ditandai prosesi adat patah panah yang berlangsung di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.
Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw dalam keterangannya diterima di Wamena, Minggu, mengatakan situasi keamanan dan ketertiban (kamtibmas) di daerah ini kondusif setelah deklarasi damai dan harus menjadi komitmen nyata yang dilaksanakan oleh seluruh pihak, bukan sekadar pernyataan yang disampaikan dalam kegiatan seremonial.
Baca selengkapnya di sini.
Baca juga: Anggota DPR usul pembentukan TGPF soal penggeledahan Ponpes Sukoharjo
Baca juga: Walhi: Masyarakat paling rentan terdampak industri ekstraktif
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Bagus Ahmad Rizaldi
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira