Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mempertemukan 81 perusahaan rintisan (startup), 45 investor, dan 35 korporasi dari 13 negara melalui ajang HUB. ID Global Summit 2026 di Sanur, Bali, pada 20–21 Oktober 2026.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah menjelaskan inisiatif yang menjadi bagian dari rangkaian Bali Tech Week 2026 tersebut bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem digital Indonesia.

“Melalui HUB. ID Global Summit, kolaborasi ini diterjemahkan menjadi pertemuan bisnis yang terarah, membuka akses pendanaan, kemitraan strategis, dan pasar bagi inovasi Indonesia, ” ujar Edwin dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Kapasitas komputasi dinilai jadi kunci menuju kedaulatan digital

Baca juga: Pengembang gim diminta sediakan sarana cegah kekerasan seksual

Edwin menambahkan, Indonesia memiliki potensi talenta, inovasi, dan pasar yang besar. Oleh karena itu, ajang ini diharapkan mampu menggunakan seluruh potensi tersebut agar menghasilkan investasi nyata yang membantu perusahaan rintisan dapat tumbuh dan memperluas manfaat teknologi ke berbagai daerah.

Berbeda dengan skema matchmaking startup sebelumnya, HUB. ID 2026 menghadirkan korporasi yang mencakup BUMN, perbankan, hingga perusahaan internasional sebagai mitra strategis untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Kehadiran korporasi tidak hanya memberikan injeksi modal, tetapi juga membuka akses pasar agar startup dapat tumbuh lebih cepat dan semakin siap berekspansi ke jejaring regional maupun global.

Antusiasme peserta dalam mencari peluang kemitraan yang ditunjukkan dari keberhasilan HUB.ID Global Summit 2026 memfasilitasi 813 sesi 1-on-1 business matchmaking yang berlangsung selama dua hari pelaksanaan.

Sejak diinisiasi pada tahun 2022 hingga 2024, program HUB.ID telah berhasil mencatatkan lebih dari 60 juta dolar AS (sekitar Rp1 triliun) dalam bentuk investasi dan kesepakatan bisnis bagi perusahaan rintisan.

Tidak hanya berhasil membuka akses pendanaan, ajang ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.

Baca juga: Wamenkomdigi beberkan empat langkah untuk perkuat kedaulatan digital

Baca juga: Kemkomdigi dan AGI berupaya tingkatkan resiliensi industri gim

Baca juga: Serangan siber berpeluang lumpuhkan operasional bisnis di era AI

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Livia Kristianti

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira