Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di platform X mengeklaim bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan tidak akan ada hujan di Indonesia sepanjang 2027 akibat kekeringan nasional.

Unggahan yang dipublikasikan pada Kamis (15/10/2026) tersebut disertai keterangan “bmkg 2027 kemarau panjang”.

Gambar yang menyertainya menampilkan dua kartu bertuliskan “BMKG Warning”. Kartu pertama memuat peringatan “Tahun ini (sekarang): peringatan kemarau lokal”, sedangkan kartu kedua mencantumkan “Tahun 2027 (prediksi): peringatan dini kekeringan nasional total”.

Gambar tersebut juga menampilkan foto seorang pejabat BMKG dengan latar belakang lahan kering dan matahari terik.

Pada bagian bawahnya terdapat tulisan “Lebih parah dari tahun ini, BMKG pastikan sepanjang 2027 tidak akan ada hujan di Indonesia!”.

Namun, benarkah BMKG memastikan tidak akan ada hujan di Indonesia sepanjang 2027?

Unggahan yang menarasikan BMKG pastikan tidak akan ada hujan di Indonesia sepanjang 2027. Faktanya, pernyataan tersebut tidak berdasar. BMKG juga memperkirakan puncak musim hujan terjadi dalam tiga periode, yaitu Desember 2026 di 155 ZOM, Januari 2027 di 162 ZOM, dan Februari 2027 di 190 ZOM. (X)

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran, klaim tersebut tidak benar. Tidak ditemukan pernyataan resmi BMKG yang menyebutkan bahwa Indonesia tidak akan mengalami hujan sepanjang 2027 atau mengalami kekeringan nasional total.

Dalam Prediksi Musim Hujan 2026/2027 yang dipublikasikan pada Jumat (2/10/2026), BMKG justru memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026.

Musim hujan diperkirakan mulai terjadi di 185 zona musim (ZOM) pada November dan 266 ZOM pada Desember. Perubahan musim tersebut diprediksi berlangsung bertahap, dimulai dari wilayah Sumatera bagian utara.

BMKG juga memperkirakan puncak musim hujan terjadi dalam tiga periode, yaitu Desember 2026 di 155 ZOM, Januari 2027 di 162 ZOM, dan Februari 2027 di 190 ZOM. Sementara itu, curah hujan selama musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia atau 510 ZOM diprediksi berada dalam kategori normal.

BMKG memang memperingatkan adanya pengaruh El Nino yang sangat kuat. Pada Agustus 2026, anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur mencapai +2,83.

Indeks ENSO pada periode Juni hingga Agustus 2026 juga tercatat sebesar +2,20. BMKG memperkirakan kondisi tersebut masih bertahan hingga awal 2027.

Kondisi El Nino tersebut dapat memengaruhi pola musim hujan di Indonesia. BMKG memprediksi awal musim hujan akan mundur di sebagian besar wilayah, yakni 529 ZOM atau 61,08 persen. Selain itu, musim hujan diperkirakan berlangsung lebih singkat dari kondisi normal di 482 ZOM atau 51,90 persen.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, dilansir dari ANTARA, juga menjelaskan bahwa musim hujan di Indonesia diperkirakan mundur sekitar 20–30 hari akibat pengaruh El Nino. Ia menyebut musim hujan diprediksi mulai berlangsung pada November 2026 dengan puncak pada Desember 2026.

Dengan demikian, klaim bahwa BMKG memastikan tidak akan ada hujan di Indonesia sepanjang 2027 merupakan informasi yang tidak benar.

Masyarakat diimbau untuk memeriksa informasi prakiraan cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG, seperti situs bmkg.go.id, akun media sosial @infoBMKG, dan aplikasi Info BMKG.

Klaim: BMKG pastikan tidak akan ada hujan di Indonesia sepanjang 2027

Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Tim JACX

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira