Jakarta (ANTARA) - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menginisiasi pembentukan satuan tugas (satgas)/task force ekspor dan penyusunan analisis pasar (market intelligence) furnitur untuk memperkuat daya saing, serta memperluas penetrasi industri mebel dan kerajinan nasional ke pasar global.
Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur dalam pernyataan di Jakarta, Jumat menyampaikan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku industri, mulai dari dinamika pasar ekspor, persaingan produk global, kebutuhan bahan baku, hingga peningkatan produktivitas dan inovasi produk.
Salah satu langkah konkret yang dijalankan HIMKI adalah mendorong penyusunan market intelligence furnitur bersama Kementerian Perdagangan yang diarahkan untuk memperkuat pemetaan peluang pasar, memahami perubahan tren permintaan global, serta membantu pelaku industri dalam menentukan strategi penetrasi pasar ekspor yang lebih efektif.
Selain itu, pihaknya turut menginisiasi pembentukan task force ekspor sebagai upaya mempercepat penyelesaian berbagai hambatan perdagangan sekaligus memperkuat koordinasi antara pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan terkait.
HIMKI juga tengah mendorong pengembangan Grand Strategy Plan industri mebel dan kerajinan Indonesia sebagai landasan strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, mengembangkan inovasi dan desain, serta memperluas penetrasi produk nasional ke pasar global.
Upaya penguatan industri tersebut sejalan dengan penghargaan yang diraih dirinya dalam ajang Industry Award 2026 di Jakarta, Kamis (29/10).
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, asosiasi, dan dunia usaha dalam meningkatkan daya saing industri nasional.
Menurutnya, industri mebel dan kerajinan Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang dengan dukungan kekayaan bahan baku, keterampilan sumber daya manusia, kreativitas desain, serta karakter produk yang memiliki identitas budaya kuat.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan Indonesia menjadi hub produksi manufaktur furnitur global melalui penguatan hilirisasi kayu berkelanjutan serta peningkatan daya saing industri nasional.
Sektor ini menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung langsung dengan pasar global yang nilainya mencapai lebih dari 736,21 miliar dolar AS.
Baca juga: HIMKI pacu pasar industri kerajinan RI ke AS lewat efisiensi logistik
Baca juga: Menperin upayakan penguatan industri kerajinan pacu nilai tambah
Baca juga: Dekranasda Jakut bantu perajin tingkatkan kualitas produk lewat kurasi
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Ahmad Muzdaffar Fauzan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira