Manado (ANTARA) - Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut) kembali erupsi dengan kolom abu letusan kurang lebih 800 meter.
"Telah terjadi erupsi Gunung Karangetang, pada pukul 13:14 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak kawah," kata Pengamat Gunung Api Pos PGA Karangetang, Nadhif Dhaifullah di Manado, Kamis.
Dia menyebutkan, kolom abu teramati berwarna putih, kelabu, hingga coklat dengan intensitas tebal condong ke arah selatan dan barat daya.
Guguran lava pijar dari puncak kawah utara mengalir ke arah selatan sejauh kurang lebih 200-700 meter di pelana kawah utara dan Selatan lalu berbelok ke arah barat dan barat daya lebih kurang 200-400 meter.
Luncuran lava yang mengalir ke arah barat daya dan barat lebih kurang 700-1.000 meter berpotensi ke arah Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang.
Sedangkan, guguran lava yang mengalir arah barat laut teramati sejauh sekitar 500-700 meter berpotensi ke arah Kali Batuare, Kali Batukole, dan Kali Malrbuhe.
Saat ini Gunung Karangetang berada pada status Level II (Waspada) dengan rekomendasi, masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2.5 kilometer.
Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.
Baca juga: Letusan Gunung Semeru disertai awan panas guguran sejauh 3 kilometer
Baca juga: Gunung Dukono di Maluku Utara dua kali erupsi Senin pagi
Baca juga: Gunung Ili Lewotolok erupsi muntahkan abu dan lelehan lava 500 meter
Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Karel Alexander Polakitan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira