Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution meyakini penyelenggaraan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah pada November 2027 akan berdampak bagi ekonomi daerah.
"Agenda berskala nasional dan internasional ini diyakini memberikan dampak positif pertumbuhan ekonomi," ucap Bobby seusai menerima panitia dan jajaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin.
Selain itu, lanjut Bobby, pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Sumut ini juga mampu menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat.
Baca juga: Jelang Muktamar 2027, Muhammadiyah minta dukungan Kapolri
Data Dinas Koperasi, Usaha, Kecil, dan Menengah Provinsi Sumut 2025, menyebutkan Sumut memiliki sekitar 1,4 juta unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan 98,9 persen di antaranya pelaku usaha mikro dan kecil.
"Kepercayaan Sumatera Utara sebagai tuan rumah Muktamar ke-49 Muhammadiyah merupakan peluang untuk meningkatkan aktivitas ekonomi daerah," kata dia.
Menurutnya, kehadiran peserta maupun peninjau dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara akan memberikan dampak terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, dan UMKM.
"Lonjakan jumlah kunjungan peserta dan peninjau dari luar daerah hingga mancanegara tentunya akan menggerakkan perekonomian masyarakat Sumut," jelas Bobby.
Gubernur juga menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menyatakan kesiapan, dan mendukung penyelenggaraan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah tersebut.
"Pada prinsipnya Pemprov Sumut mendukung, dan memfasilitasi seluruh kegiatan muktamar ini. Kami sangat terbuka, dan berharap agenda besar ini berjalan sukses," ujar Bobby.
Baca juga: Pemuda Muhammadiyah luncurkan logo Muktamar XIX
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Agung Danarto MAg mengapresiasi sambutan maupun dukungan Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution.
Ia menjelaskan persiapan muktamar ini dilakukan sejak jauh hari mengingat kegiatan itu merupakan momentum besar bagi seluruh warga Muhammadiyah.
"Bagi Muhammadiyah, Muktamar itu seperti hari raya. Persiapannya biasanya dilakukan hingga lima tahun sebelumnya, termasuk kesiapan membangun gedung baru untuk lokasi pelaksanaan," jelas Agung.
Pihaknya menyampaikan pembukaan muktamar direncanakan berlangsung di Stadion Teladan Medan, dan persidangan Muhammadiyah maupun 'Aisyiyah di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Menurutnya, kegiatan ini diperkirakan akan menarik hingga satu juta pengunjung dari berbagai wilayah Indonesia, dan luar negeri.
Selain persidangan, panitia juga menyelenggarakan ekspo pameran ekonomi, pertemuan internasional menghadirkan perwakilan cabang Muhammadiyah dari 30 negara, dan organisasi Islam dunia.
"Kami memohon kesediaan pak Gubernur untuk menjadi penasihat atau pengarah dalam struktur kepanitiaan penyelenggaraan Muktamar Ke-49 Muhammadiyah," papar Agung.
Baca juga: Kapolri pastikan Polri kawal Muktamar Muhammadiyah
Baca juga: NU dan Muhammadiyah untuk Indonesia
Pewarta: Muhammad Said
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Muhammad Said
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira