Banda Aceh (ANTARA) - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia H TB Ace Hasan Syadzily menyatakan transformasi kepemimpinan tumbuh dari perguruan tinggi yang nantinya menjadi kekuatan utama memperkokoh ketahanan nasional.
“Aceh punya sejarah panjang yang melahirkan Indonesia. Untuk itu, menjadi kewajiban kita semua sebagai bagian dari panggilan sejarah untuk memastikan transformasi kepemimpinan bangsa tumbuh dan berakar dari kampus,” kata Ace Hasan di Darussalam, Banda Aceh, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan di sela memberikan kuliah umum dengan tema Transformasi Kepemimpinan dan Inovasi Mahasiswa Mengawal Ketahanan Nasional Demi dampak Nyata bagi Negeri di hadapan 1.200 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh.
Ia menjelaskan mahasiswa yang duduk di bangku perkuliahan saat ini diproyeksikan menjadi sosok pemimpin dalam sepuluh tahun ke depan, dengan tantangan yang akan dihadapi jauh lebih kompleks menyusul perubahan dinamika global yang bergerak sangat cepat.
“Ketidakpastian global saat ini dipicu oleh pergeseran lanskap geopolitik, persaingan ekonomi dunia, transformasi teknologi, disrupsi informasi, hingga isu perubahan iklim dan peningkatan kualitas SDM,” katanya.
Ia mengatakan isu geopolitik saat ini tidak lagi sebatas batas wilayah negara, melainkan telah masuk ke dalam ranah kehidupan sehari-hari, seperti harga energi, pangan, teknologi, data informasi, hingga media sosial.
Ace Hasan mengatakan bahwa Indonesia bukan sekadar penerima dampak dari dinamika geopolitik global, melainkan pemain aktif yang keputusannya dirasakan oleh dunia.
Di hadapan seribuan mahasiswa kampus “Jantong Hatee” rakyat Aceh, ia menegaskan generasi muda adalah bagian utuh dari ekosistem geopolitik. Dimana setiap aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari pendidikan, budaya, ekonomi digital, hingga keamanan siber, terhubung langsung dengan kekuatan global.
Universitas Syiah Kuala mempunyai tanggung jawab penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas, berjiwa kebangsaan, dan mampu menghasilkan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia.
Ia mengatakan Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen, tetapi perlu menciptakan, mengembangkan, menguasai, dan mengamankan teknologi strategis sendiri, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), data, semikonduktor, hingga computing.
Karena itu, dalam memanfaatkan bonus demografi, perguruan tinggi harus mampu mendidik generasi muda yang produktif, inovatif, adaptif dan kompetitif agar siap dalam memperkuat ketahanan bangsa.
“Jadikan USK sebagai rumah pembentuk karakter bangsa berlandaskan empat konsensus dasar bangsa untuk mencetak pemimpin nasional dalam mewujudkan Indonesia emas 2045,” katanya.
Gubernur Lemhannas juga berpesan kepada seluruh mahasiswa agar dapat mengambil peran kepemimpinan sejak dini, berpikir global, bertindak untuk Aceh dan Indonesia, mengubah semangat menjadi tindakan nyata, memahami ukuran keberhasilan dan bersama mengawal ketahanan nasional.
“Dari USK, mari kita teguhkan tekad untuk melahirkan pemimpin yang negarawan, inovator yang berintegritas dan generasi muda yang siap mengawal ketahanan nasional, demi dampak nyata bagi negeri,” katanya.
Ia juga meminta USK Banda Aceh dapat fokus pada lima keunggulan Aceh guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menciptakan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Lima keunggulan tersebut, yakni ekonomi kelautan dan perikanan, ketahanan pangan, energi terbarukan, teknologi kebencanaan dan mitigasi iklim, serta serta ekonomi kreatif dan digitalisasi UMKM.
Rektor USK, Prof Mirza Tabrani menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Lemhannas Republik Indonesia H TB Ace Hasan Syadzily yang meluangkan waktu untuk meningkatkan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa di kampus tersebut dalam berperan aktif untuk berkontribusi menjaga ketahanan nasional.
Pewarta: M Ifdhal
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · M Ifdhal
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira