Yogyakarta (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong pengembangan pelatihan kerja yang disesuaikan dengan potensi ekonomi kelurahan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda daerah tersebut.
"Pelatihan kerja berbasis potensi kelurahan dapat membekali keterampilan masyarakat memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha lokal, sehingga peluang ekonomi dapat tumbuh lebih luas di tingkat kelurahan," kata Sultan setelah Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Triwulan III Tahun 2026 di Yogyakarta, Selasa.
Gubernur mengatakan pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup berfokus pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga peningkatan kualitas dan produktivitas pekerjaan, penguatan lapangan kerja formal, serta meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.
Baca juga: DIY optimalkan pelatihan kerja untuk tekan pengangguran
Produktivitas tenaga kerja DIY, lanjut dia, tumbuh rata-rata 5,52 persen sepanjang 2021–2025, dari sebesar Rp48,18 juta menjadi Rp59,74 juta per pekerja.
Namun, empat sektor usaha yang menyerap 66,51 persen pekerja, yakni perdagangan, pertanian, industri pengolahan, sedangkan akomodasi dan makan minum masih memiliki produktivitas di bawah rata-rata daerah.
Menurut dia, salah satu upaya menjawab tantangan tersebut adalah memperkuat kompetensi masyarakat melalui pelatihan sesuai kebutuhan dan potensi wilayah. Selain itu, peluang kerja dan usaha di kelurahan dikembangkan lebih beragam, tidak terbatas pada mata pencaharian yang selama ini telah dikenal masyarakat.
"Harapan saya, di setiap desa itu jangan hanya anaknya berasumsi saya akan menjadi petani atau nelayan. Kalau potensi pariwisatanya tinggi, butuh bisa bahasa asing, butuh objek yang memang baik untuk dirawat dan sebagainya," katanya.
Sri Sultan menyatakan pentingnya membuka kesempatan pelatihan bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, serta generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna.
Baca juga: Kemenaker bangun Balai Pelatihan Vokasi UPTP di Bantul-DIY
Baca juga: DIY takar perkembangan kelurahan budaya melalui Gelar Potensi Budaya
Melalui pelatihan tersebut, lanjut Sultan, mereka diharapkan tidak hanya memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu merintis usaha dan menjadi penggerak kegiatan ekonomi di kelurahannya.
"Dengan training yang ada di Kabupaten Bantul ini, mereka punya kemampuan untuk menjadi pegawai atau kita dukung menjadi pionir-pionir bisnis yang ada di kelurahan," kata Sri Sultan.
Sri Sultan berharap ada kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dalam memetakan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi wilayah, sehingga peluang kerja dan pengembangan usaha di kelurahan dapat dirancang secara lebih terarah.
Pewarta: Hery Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hery Sidik
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira