Persoalan Kali Angke tidak bisa ditangani secara parsial, karena dampaknya melintasi wilayah administrasi. Aliran sungai tersebut turut memengaruhi potensi banjir di Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga wilayah Jakarta

Tangerang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni mengatakan penyebab banjir di wilayah Kota Tangerang, khususnya Ciledug, disebabkan karena beberapa faktor seperti pendangkalan, penyempitan Kali Angke hingga banyak turap atau sheet pile yang belum terpasang, sehingga air melimpas ke wilayah warga.

Menurutnya, penanganan banjir di sepanjang aliran Kali Angke harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, pemerintah kabupaten/kota, hingga Pemprov DKI Jakarta, karena masih ditemukan sejumlah persoalan infrastruktur sungai yang berpotensi menyebabkan banjir di wilayah Tangerang Raya hingga Jakarta.

"Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih adanya sejumlah titik tanggul atau sheet pile yang belum terpasang secara menyeluruh akibat kendala pembebasan lahan. Kondisi tersebut menyebabkan air sungai berpotensi melimpas ke kawasan permukiman warga ketika debit air meningkat," kata Andra di Tangerang, Sabtu.

Baca juga: BPBD Jaksel catat ketinggian banjir di Ciledug Raya capai 70 cm

Ia menjelaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah melakukan upaya pembebasan lahan untuk mendukung pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Dari upaya tersebut sekitar 600 meter lahan disebut telah berhasil dibebaskan, sehingga tahapan selanjutnya dapat dilanjutkan dengan pekerjaan fisik oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Sementara itu Pemprov Banten juga telah menurunkan alat berat untuk mendukung kegiatan normalisasi sungai di sejumlah titik.

"Persoalan Kali Angke tidak bisa ditangani secara parsial, karena dampaknya melintasi wilayah administrasi. Aliran sungai tersebut turut memengaruhi potensi banjir di Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga wilayah Jakarta," kata Gubernur Andra Soni.

Baca juga: Transjakarta Ciledug-Tendean alami keterlambatan imbas banjir

Selain itu ia menyoroti kondisi Bendung Polor yang turut menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, bendung tersebut merupakan infrastruktur lama yang sebelumnya difungsikan untuk kebutuhan irigasi persawahan.

Namun seiring perkembangan wilayah dan berkurangnya lahan persawahan, kata dia, fungsi bendung tersebut perlu dikaji kembali agar sesuai dengan kebutuhan pengelolaan air saat ini.

Ia berharap Kementerian PU melalui jajaran teknis dapat melakukan kajian menyeluruh untuk menentukan langkah penanganan yang tepat terhadap infrastruktur tersebut.

"Ini bendung lama, dulu peruntukannya untuk irigasi mengairi sawah. Sekarang sudah tidak ada lagi sawah yang diairi di sini, sehingga harus dikaji ulang pemanfaatan dan kegunaannya," kata Gubernur Andra Soni.

Baca juga: BBPMGB berikan pompa sumur bor ke Kelurahan Cipulir untuk atasi banjir

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Achmad Irfan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira