"Desember Jani" adalah film pertama Ariani setelah hiatus 15 tahun

Tokyo (ANTARA) - Kisah para perempuan dalam keluarga tiga generasi di Bandung dalam "Desember Jani" (Jani Be Good) menimbulkan rasa penasaran penonton Jepang yang menyaksikannya di Tokyo International Film Festival 2026, Kamis (29/10).

Seusai pemutaran kedua kalinya, sejumlah penonton mengajukan pertanyaan dalam diskusi singkat bersama sutradara Ariani Darmawan dan produser Meiske Taurisia.

"Saya ingin menunjukkan bahwa tidak ada yang salah dan benar, yang penting adalah menyatukan keluarga," kata Ariani saat menyapa penonton.

"Desember Jani" bercerita tentang Jani (Chempa Puteri), anak berusia 13 tahun yang mendengar pertengkaran antara kakaknya, Julia (Hyori Mika), dan ibunya, Winnie (Sigi Wimala). Keesokan harinya Julia pergi tanpa kabar.

Winnie adalah ibu tunggal sekaligus pencari nafkah keluarga, tetapi ia semakin sering kehilangan kesabaran di rumah. Jani memendam kemarahan dan menemukan ketenangan bersama sang Oma (Tutie Kirana), yang sedang menabung untuk biaya pemakamannya sendiri.

Jani diam-diam mengirim pesan kepada Julia dan akhirnya menghadapi Winnie. Berlatar empat hari pada bulan Desember menjelang Natal, film ini mengikuti perubahan batin seorang anak perempuan dan hubungan tiga generasi perempuan.

Kondisi negara dan budaya yang berbeda menimbulkan rasa penasaran dari penonton.

Di Jepang, Natal sangat identik dengan kemeriahan dan cahaya gemerlap yang menghiasi kota, serta tentunya salju karena Desember identik dengan musim dingin.

Seorang penonton bertanya soal suasana Natal di dalam film yang tampak sederhana. Kesan tropis yang melekat dengan Indonesia juga bisa terlihat dari pilihan busana ala musim panas pada bulan Desember.

"Sebenarnya ini berlatar belakang Bandung yang lebih sejuk dari Jakarta," kata Ariani menjelaskan. Dia ingin memperlihatkan seperti apa perayaan Natal di Indonesia.

Bagi penonton Indonesia, suasana Bandung --kampung halaman sang sutradara-- sangat kental dalam film yang masuk ke dalam program Asian Future Competition di Tokyo International Film Festival 2026 ini. Dialek Sunda para pemain, jajanan kaki lima, hingga jalanan di perumahan Bandung menghiasi film itu.

Film "Desember Jani" terpilih untuk mengikuti program kompetisi Asian Future di Tokyo International Film Festival ke-39 dan menggelar pemutaran perdana dunianya pada Selasa (27/10/2026). (ANTARA/HO-Palari Films)

Tema universal

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Nanien Yuniar

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira