Jakarta (ANTARA) - Festival Indonesia Timur di kawasan Jakarta Garden City menjadi salah satu sarana untuk membuka peluang ekonomi bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di wilayah Jakarta Timur (Jaktim).

"Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, Ffstival tersebut tidak hanya menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menikmati keberagaman budaya Indonesia Timur, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kreativitas dan potensi usaha lokal.

"UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing usahanya," ujar Munjirin.

Selain itu, kata dia, keberadaan kuliner khas daerah dalam festival tersebut turut memperlihatkan hubungan antara kekayaan budaya dan peluang pengembangan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, dia menyebutkan perpaduan budaya, kuliner, musik, dan berbagai aktivitas komunitas diharapkan dapat mendorong keberagaman budaya Nusantara sekaligus membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang.

Festival Indonesia Timur juga menghadirkan beragam kegiatan yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

Baca juga: Festival Indonesia Timur perkuat pelestarian budaya Nusantara

Sebanyak 60 UMKM turut meramaikan festival tersebut dengan menghadirkan aneka kuliner Nusantara untuk memberikan kesempatan kepada pengunjung mengenal kekayaan cita rasa Indonesia.

Lebih lanjut, Presiden Komisaris PT Modernland Realty Tbk Dharma Mitra mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang bagi berbagai kegiatan masyarakat.

"Jakarta Garden City selalu siap menjadi tuan rumah berbagai event atau aktivitas untuk warga Jakarta, karena kesiapan kami 100 persen, mulai dari fasilitas, lokasi yang strategis, hingga infrastruktur jalan yang mendukung," tutur Dharma.

Komitmen tersebut sejalan dengan pengembangan Jakarta Garden City (JGC) sebagai kawasan kota mandiri terpadu seluas sekitar 370 hektare.

Dharma menjelaskan JGC dikembangkan dengan konsep kota mandiri (integrated township), yang memadukan kawasan hunian, komersial, ruang terbuka hijau, serta beragam fasilitas pendukung dalam satu lingkungan terintegrasi.

"Dengan dukungan infrastruktur dan aksesibilitas kawasan, Jakarta Garden City terus dikembangkan untuk menunjang kebutuhan hunian sekaligus aktivitas sosial, ekonomi, dan rekreasi masyarakat. Kelengkapan fasilitas menjadi salah satu keunggulan Jakarta Garden City dalam mendukung gaya hidup modern," ungkap Dharma.

Sementara itu, Festival Indonesia Timur yang mengusung tema "Katong Semua Basudara" itu berlangsung di Food Garden Jakarta Garden City (JGC), mulai 28 Oktober hingga 1 November 2026.

Baca juga: Jakarta Garden City Tawarkan Properti Siap Pakai untuk Hunian dan Investasi Bernilai Tinggi

Baca juga: Warga JGC terima pengoperasian RDF Rorotan asalkan ada jaminan

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Siti Nurhaliza

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira