Quito (ANTARA) - Ekuador memberlakukan jam malam di sejumlah provinsi yang dilanda kekerasan. Presiden Ekuador Daniel Noboa memberlakukan jam malam melalui perintah eksekutif di Provinsi Guayas yang menjadi lokasi bagi Guayaquil, kota terpadat di negara itu, serta provinsi Manabi, Los Rios, El Oro, dan Esmeraldas. Semua provinsi tersebut terletak di wilayah pesisir Ekuador.

Jam malam tersebut menyerukan kepada warga untuk tetap berada di dalam rumah mulai tengah malam hingga pukul 05.00 waktu setempat, dan pelaksanaan operasi khusus antikejahatan guna menekan kekerasan di provinsi-provinsi tersebut, menurut pemerintah.

Hal itu menandai keempat kalinya tahun ini Noboa memberlakukan jam malam, menyusul pembatasan serupa yang diberlakukan pada Maret, Mei, dan September.

Langkah tersebut bertepatan dengan libur nasional selama empat hari yang dimulai pada 31 Oktober dalam rangka memperingati Hari Arwah (All Souls' Day) dan peringatan kemerdekaan Cuenca, kota terpadat ketiga di Ekuador, yang terletak di bagian selatan.

Langkah tersebut juga mulai berlaku empat pekan menjelang pemilihan umum daerah.

Noboa telah berulang kali menyatakan keadaan pengecualian atau jam malam, baik secara nasional maupun di provinsi-provinsi tertentu, sebagai bagian dari strategi antikejahatannya.

Sejak Januari 2024, pemerintahan Noboa telah menyatakan negara tersebut berada dalam keadaan "konflik bersenjata internal" melawan geng-geng kriminal yang berkaitan dengan perdagangan narkoba, yang dia sebut sebagai "teroris", di tengah meningkatnya kekerasan yang ditandai dengan serangan bersenjata, penculikan untuk pemerasan, dan pembunuhan.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Xinhua

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira