Moskow (ANTARA) - Virus Ebola telah menyebar ke delapan dari 26 provinsi di Republik Demokratik Kongo dan hampir 3,5 juta orang di wilayah terdampak menghadapi krisis pangan akut, kata Program Pangan Dunia PBB (WFP), Jumat.
"Di seluruh wilayah terdampak Ebola, hampir 3,5 juta orang menghadapi kelaparan di tingkat krisis atau lebih buruk (IPC Fase 3 ke atas). Di antara mereka yang terdampak langsung wabah, 97 persen masih membutuhkan bantuan pangan," demikian pernyataan WFP.
Disebutkan bahwa epidemi di RD Kongo telah mengganggu operasi pasar, menghilangkan sumber pendapatan masyarakat, serta membatasi pergerakan, sehingga menyulitkan akses pangan.
Menurutnya, situasi tersebut semakin sulit akibat konflik bersenjata, pengungsian paksa, dan kondisi jalan yang buruk.
Badan PBB itu mengatakan pihaknya membutuhkan dana 214 juta dolar AS (sekitar Rp) selama enam bulan ke depan untuk memberikan bantuan darurat kepada penduduk yang paling rentan di wilayah timur RD Kongo.
Dari jumlah tersebut, 78,6 juta dolar AS dialokasikan untuk pengadaan makanan siap saji dan jatah makanan kering bagi mereka yang terdampak langsung epidemi dan keluarganya.
Ebola di RD Kongo mulai mewabah sejak April 2026. Hingga kini, baik vaksin maupun pengobatan untuk jenis baru Ebola Bundibugyo belum memiliki izin resmi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Asri Mayang Sari
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira