Jakarta (ANTARA) - Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia menghadirkan platform digital E-Bus Hub untuk mendukung pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam merencanakan penyediaan bus listrik.
Platform digital berbasis web yang dikembangkan dengan dukungan ViriyaENB dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan itu memadukan data pengoperasian bus listrik, referensi kebijakan, informasi kendaraan, dan perangkat simulasi perencanaan.
"Ini adalah sebuah platform yang mengintegrasikan berbagai informasi dan alat bantu untuk mendukung perencanaan dan pengembangan bus listrik di Indonesia," kata Manajer Mobilitas Urban ITDP Indonesia Mizandaru Wicaksono pada acara peluncuran platform di Jakarta, Rabu.
Mizandaru menjelaskan, fitur utama E-Bus Hub mencakup peta interaktif yang menampilkan persebaran dan tingkat adopsi bus listrik di berbagai kota di Indonesia.
Fitur tersebut menyediakan informasi mengenai jumlah armada bus, tingkat elektrifikasi, waktu operasional bus listrik, model kendaraan, spesifikasi kendaraan, serta jumlah dan jenis pengisi daya yang ada di setiap kota.
"Data lengkap kota-kota ini kami masukkan agar setiap kota dapat belajar dari kota lainnya, terutama kota yang sudah berhasil menerapkan bus listrik," kata Mizandaru.
Platform E-Bus Hub juga menyediakan sejumlah kalkulator untuk membantu pemerintah daerah melakukan simulasi awal, seperti kalkulator biaya operasional kendaraan, penurunan emisi gas rumah kaca dan polutan, serta analisis biaya manfaat.
Pengguna platform dapat menyesuaikan parameter perhitungan berdasarkan kondisi wilayah, jenis bus, kebutuhan pengisian daya, biaya energi, hingga skema pengadaan melalui pembelian atau penyewaan armada. Hasil analisis dapat diunduh dalam format PDF.
Baca juga: DKI gandeng BUMN untuk hadirkan 10 ribu bus listrik hingga 2030
Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Muiz Thohir mengatakan, elektrifikasi angkutan umum perkotaan, khususnya bus, merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan menekan emisi gas rumah kaca.
"Angkutan umum perkotaan dan bus listrik memiliki potensi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menekan emisi dan polusi udara, serta mendukung sistem transportasi perkotaan di Indonesia," kata Muiz.
Ia berharap platform E-Bus Hub dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya peningkatan penggunaan sarana transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.
"Kami tentu berharap bahwa E-Bus Hub ini dapat dimanfaatkan secara luas oleh pemerintah daerah, operator angkutan umum, akademisi, pelaku industri, serta seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan angkutan umum yang lebih bersih dan berkelanjutan," katanya.
Baca juga: Trans Semarang berencana tingkatkan armada bus listrik
Baca juga: Kota Batam berencana siapkan 10 mikrobus listrik pada 2027
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Source: ANTARA · Pamela Sakina
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira