Malang (ANTARA) - Direktorat Teknologi Informasi (DTI) Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan sistem Artificial Intelligence/AI untuk mendukung pengelolaan dan operasional jaringan di lingkungan perguruan tinggi dengan inovasi Large Language Model for Network Operations (LLMNetOps).

Pengembangan ini diperkenalkan melalui LLMNetOps, yakni sistem AI yang dirancang untuk membantu administrator jaringan dalam mendeteksi gangguan, menganalisis perangkat, hingga menyusun laporan secara lebih efisien, yang berlangsung pada Jumat-Sabtu (6-7/11/2026) di salah satu hotel di Kota Malang, Jawa Timur.

Direktur DTI UB, Dr Raden Arief Setyawan di Malang, Jumat, menjelaskan pengembangan LLMNetOps berangkat dari berbagai tantangan yang dihadapi institusi pendidikan dan riset di Indonesia dalam mengelola infrastruktur jaringan.

"Keterbatasan tenaga teknis, banyaknya perangkat yang harus dikelola, serta belum meratanya kemampuan administrator jaringan menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian," kata Raden Arief di sela workshop LLMNetOps tersebut.

Ia mengatakan pengelolaan jaringan di lingkungan perguruan tinggi memiliki tantangan tersendiri. Jumlah perangkat yang harus dikelola cukup banyak, sementara tenaga teknis dan kompetensi administrator jaringan di setiap institusi tidak sama.

Teknologi AI, katanya, sebenarnya dapat membantu pekerjaan tersebut, mulai dari menganalisis log hingga menelusuri gangguan jaringan. Oleh karena itu, pihaknya mengembangkan LLMNetOps sebagai salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan oleh institusi pendidikan dan riset.

Baca juga: TEP UGM latih warga Muting gunakan AI untuk pemasaran produk

Ia menambahkan salah satu aspek penting dalam pengembangan sistem tersebut adalah perlindungan data. Penggunaan layanan AI berbasis cloud masih mengkhawatirkan, karena administrator jaringan perlu mengolah informasi sensitif, seperti konfigurasi dan log perangkat jaringan.

Melalui LLMNetOps, lanjutnya, pihaknya menghadirkan sistem AI yang dapat dijalankan secara lokal di lingkungan institusi, sehingga data konfigurasi dan informasi jaringan tidak perlu dikirimkan ke server eksternal.

LLMNetOps didanai oleh Information Society Innovation Fund (ISIF) Asia/APNIC Foundation tahun 2025, sebesar 30.000 dolar AS dan diimplementasikan UB bekerja sama dengan Indonesia Research and Education Network (IDREN).

Sistem ini berfungsi sebagai AI co-pilot bagi tim jaringan melalui tiga komponen utama, yakni model LLM lokal yang berjalan di server institusi, NetOpsAgent sebagai agen AI yang menerjemahkan pertanyaan menjadi perintah ke perangkat jaringan, serta NetOpsUI sebagai antarmuka berbasis web untuk berinteraksi melalui percakapan.

Ia mencontohkan administrator jaringan dapat memberikan instruksi melalui sistem ketika menerima laporan pengguna yang tidak memperoleh alamat IP di jaringan lokal gedung tertentu. Administrator cukup meminta sistem memeriksa status router. Selanjutnya, AI akan membantu menelusuri perangkat jaringan terkait, membaca statusnya, dan menyampaikan hasil pemeriksaan tanpa staf melakukan login ke setiap perangkat.

Baca juga: Universitas Bakrie susun strategi hadapi dampak AI pada budaya lokal

Workshop LLMNetOps diikuti 40 peserta dari 24 institusi perguruan tinggi dan lembaga pemerintah di berbagai wilayah Indonesia, dengan menghadirkan pemateri dari DTI UB dan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB serta Widyawan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mewakili komunitas IDREN.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai tantangan dalam pengelolaan jaringan serta potensi pemanfaatan AI untuk membantu menyelesaikan permasalahan. Peserta kemudian dipandu membangun dan mengaktifkan sistem AI lokal secara bertahap menggunakan laptop masing-masing hingga siap dioperasikan.

Pada hari kedua, Sabtu (7/11/2026), peserta berlatih menggunakan sistem LLMNetOps untuk menangani berbagai skenario gangguan jaringan yang umum terjadi di lingkungan kampu, termasuk keamanan siber berbasis AI dan pemanfaatan AI generatif untuk mendukung operasional kampus secara lebih luas.

Dalam workshop ini, peserta diharapkan mampu memahami konsep dan arsitektur AI generatif lokal, sekaligus menginstal dan mengoperasikan LLMNetOps secara mandiri sekaligus memiliki rancangan implementasi berdasarkan kebutuhan prioritas serta kapasitas perangkat keras yang tersedia.

“Harapannya, sistem ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan di institusi masing-masing. Kami ingin membangun komunitas praktisi antarperguruan tinggi agar dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan solusi dalam menghadapi permasalahan pengelolaan jaringan,” ujarnya.

Tim LLMNetOps juga akan menyelenggarakan online workshop untuk memantau dan mendampingi perkembangan implementasi sistem di masing-masing institusi peserta.

Seluruh materi, panduan teknis dan perangkat yang digunakan tersedia secara terbuka dan gratis, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan lebih lanjut maupun pelatihan internal bagi tenaga teknis di institusi masing-masing.

Melalui pengembangan LLMNetOps, UB berupaya mendorong pemanfaatan teknologi AI yang tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional jaringan, tetapi juga memperhatikan keamanan data dan kemandirian institusi. "Kolaborasi ini menjadi langkah untuk memperkuat ekosistem jaringan pendidikan dan riset di Indonesia," ujar Arief.

Baca juga: Investasi AI masuk Batam, DPR ingatkan pekerja lokal jangan tersisih

Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Endang Sukarelawati

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira