Mataram (ANTARA) - Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Wahyu Aprian Rizki menegaskan peringatan Hari Santri menjadi momentum penting untuk mengenang kontribusi ulama dan santri dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia sekaligus memperkuat pendidikan karakter generasi muda.
Ia menyebutkan Hari Santri tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga sarana mengenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada generasi muda, khususnya para santri. Peran ulama dan santri dinilai memiliki kontribusi besar dalam membangun semangat perjuangan, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air.
"Bagaimanapun, Indonesia merdeka tidak terlepas dari peran para ulama dan santri yang ikut berjuang mempertahankan tanah air sebelum kemerdekaan," ujar Wahyu Aprian Rizki di Mataram, Kamis.
Ia menilai, peringatan Hari Santri perlu diisi dengan kegiatan edukatif dan keagamaan yang dapat memperkuat pemahaman sejarah sekaligus membentuk karakter santri. Dirinya mendorong agar dilakukannya sejumlah kegiatan di lingkungan pesantren seperti lomba membaca kitab, lomba kebersihan lingkungan, serta lomba pidato dengan tema iman dan takwa.
Selain itu, kegiatan keagamaan seperti membaca Alquran, latihan dakwah, dan aktivitas pembinaan lainnya juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai spiritual serta meningkatkan kemampuan santri.
Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut perlu dirancang agar santri tidak hanya memahami sejarah perjuangan para pendahulu, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.
'Dengan kegiatan itu, anak-anak kita, para santri, bisa mengenal sejarah dan mengetahui apa yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan terdahulu," katanya.
Politisi muda Dapil Lombok Timur ini juga menyoroti tantangan pendidikan pesantren di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi. Ia menilai, penguatan pendidikan agama perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter agar santri mampu menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai moral dan aturan hukum.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan, menurut dia, ialah memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler dan aktivitas positif di lingkungan pesantren. Dengan kegiatan yang terarah, waktu santri dapat dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan keterampilan, serta memperdalam pemahaman keagamaan.
"Kalau biasanya anak-anak pulang pukul 14.00, waktunya bisa diperpanjang sampai pukul 17.00 dengan kegiatan yang bermanfaat. Malam hari juga bisa diisi dengan membaca Alquran, latihan dakwah, dan kegiatan positif lainnya," terang Wahyu.
Ia menegaskan, penyediaan ruang-ruang kegiatan positif menjadi penting karena santri berada dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan pendampingan dan aktivitas produktif. Dengan pembinaan yang tepat, santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembinaan santri tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola pesantren, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Karena itu, peringatan Hari Santri sebaiknya turut melibatkan warga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
Salah satu kegiatan yang dapat dikembangkan ialah gerakan kebersihan lingkungan, baik di kawasan pesantren maupun permukiman warga. Kegiatan tersebut dinilai dapat menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus mempererat hubungan antara santri dan masyarakat.
"Kita mengimbau masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan. Misalnya, kalau di pesantren sudah diprogramkan kegiatan kebersihan lingkungan, masyarakat juga bisa ikut melaksanakannya," ujar Wahyu.
Ia berharap, melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, pesantren dan masyarakat dapat membangun kolaborasi yang lebih kuat dalam menanamkan nilai keagamaan, kepedulian sosial, serta semangat kebangsaan.
"Selamat Hari Santri Nasional," katanya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Nur Imansyah
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira