Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menyelesaikan target 10 ribu bus listrik dapat beroperasi pada 2030.

“Ke depan, untuk 10 ribu unit bus itu kami sudah bekerja sama dengan di antaranya BUMN dan BUMD Rp5,27 triliun untuk menyelesaikan,” kata Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati dalam diskusi publik di Jakarta, Selasa.

Hal itu sejalan dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Agustus lalu yang menargetkan 10 ribu bus listrik dapat beroperasi di Jakarta pada tahun 2030 sebagai upaya menurunkan emisi di Jakarta untuk terciptanya “Net Zero Emission”

Elektrifikasi bus menjadi salah satu dari 52 kerja sama strategis yang dicapai Pemprov DKI Jakarta dengan BUMN, BUMD, dan mitra lintas sektor.

Suharini merinci hingga Triwulan III Tahun 2026, sebanyak 52 kerja sama strategis telah tercatat dan berlanjut dengan penandatanganan 15 kerja sama baru untuk mendorong transportasi hijau, layanan kesehatan terintegrasi, hingga energi bersih bagi warga Jakarta.

Khusus transportasi, kerja sama ini meliputi elektrifikasi 3.782 unit bus Transjakarta dan mikrotrans, pedestrian deck Dukuh Atas, pengembangan kawasan berorientasi transit di sekitar MRT dan pengembangan TOD MRT Jakarta East-West.

“Upaya-upaya ini yang mudah-mudahan menjadi kinerja baik untuk kita semua” kata Suharini.

Sementara itu, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan 50 persen dari total armada berbasis listrik bisa beroperasi pada 2027.

Target pada tahun 2030 yakni 100 persen atau hingga 10.047 armada seluruhnya terelektrifikasi (Net Zero Emission). Untuk saat ini, total bus listrik Transjakarta berjumlah 500 unit.

Baca juga: Transjakarta: Operasional bus listrik lebih hemat 5 persen per km

Baca juga: Periklindo: Pemprov DKI bakal gunakan 10 ribu bus listrik hingga 2030

Baca juga: TransJakarta mengkaji elektrifikasi Mikrotrans

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Lia Wanadriani Santosa

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira