Yogyakarta (ANTARA) -

Maestro tari Didik Hadiprayitno atau yang dikenal sebagai Didik Nini Thowok mengingatkan generasi muda agar senantiasa memegang teguh filosofi napak lemah (menginjak tanah) serta tidak melupakan sejarah dan jati diri kebudayaan lokal di tengah derasnya arus modernisasi.

Didik menuturkan, ungkapan napak lemah merupakan simbol kerendahan hati agar seseorang tidak sombong serta senantiasa mengingat asal-usul tanah kelahirannya.

"Jangan lupa napak tanah itu kan simbolis sekali. Jadi hidup itu jangan selalu melihat ke atas, sombong yang dilihat yang tinggi-tinggi. Kita itu harus selalu rendah hati. Siapa sih kita ini? Jangan lupa jati diri asal kita," ujar Didik saat ditemui di kediamannya di Kota Yogyakarta, Selasa (27/10).

Menurut seniman kelahiran Temanggung tersebut, generasi penerus semestinya tidak melupakan nilai-nilai ajaran leluhur serta tradisi tempat mereka berpijak, hidup, dan mencari penghidupan.

Baca juga: Didik Nini Thowok sebut pameran foto ANTARA sebagai karya monumental

Didik juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan dengan tidak mudah terjebak dalam sikap yang mengotak-ngotakkan identitas sosial, baik berdasarkan suku maupun agama.

Ia menilai, karya-karya besar peradaban masa lalu dapat terwujud karena masyarakat lampau tidak terbelenggu oleh sekat-sekat sempit.

"Jangan jadi orang yang nyaman dengan dikotak-kotakkan; 'aku suku ini, aku agama ini'. Leluhur kita dulu kan tidak begitu. Kalau berpikiran sempit, tidak akan bisa membuat karya-karya besar seperti candi-candi yang usianya ratusan tahun masih kokoh berdiri," tuturnya.

Ia pun mengaitkan pentingnya pemahaman sejarah dengan semboyan legendaris "Jasmerah" yang memiliki kepanjangan Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah.

Menurut Didik, setiap kali melihat peninggalan atau karya seni masa lampau, masyarakat harus memahami latar belakang sejarah serta makna keteladanan orang-orang terdahulu.

Maestro yang telah mendedikasikan hidupnya pada seni tari tradisi dan tari komedi lintas gender ini menambahkan, konsistensi dalam berkarya harus selalu dibarengi dengan riset lapangan serta kemauan untuk terus belajar.

Bagi Didik, ilmu pengetahuan dan pengalaman berkesenian yang didapat sejatinya bukan sekadar untuk mengejar pencapaian gelar formal, melainkan untuk ditularkan kembali kepada masyarakat dan generasi penerus bangsa.

Baca juga: Didik Nini Thowok gandeng siswa difabel menari di Keraton Ratu Boko

Baca juga: Seniman Didik Nini Thowok ajak generasi muda cintai Museum Kretek

Baca juga: Didik Nini Thowok meriahkan pagelaran tari di Kabupaten Kediri

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Farika Nur Khotimah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira