Changsa (ANTARA) - China merilis kumpulan pertama model kecerdasan buatan (AI) cuaca ekstrem satelit meteorologi Fengyun pada hari Kamis dalam konferensi pengguna di Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok tengah.

Model-model tersebut, termasuk model interpretasi citra awan topan cerdas dan model peringatan prakiraan cuaca konveksi parah, akan secara efektif meningkatkan kemampuan satelit meteorologi Fengyun dalam memantau dan memperingatkan terhadap cuaca ekstrem, seperti topan dan konveksi parah, menurut Administrasi Meteorologi China (CMA).

Nowcasting merupakan metode yang digunakan dalam meteorologi untuk prakiraan cuaca dengan jangka waktu sangat pendek.

Model cerdas interpretasi citra awan topan dapat secara otomatis menganalisis posisi, struktur, intensitas, dan evolusi topan, sekaligus menghasilkan teks interpretasi terstandardisasi dan produk visualisasi, sebagai sarana guna memberikan dukungan teknis untuk pemantauan dan prakiraan topan.

Saat ini, model tersebut mencakup tujuh jenis karakteristik topan, melakukan interpretasi setiap 15 menit, dan menghasilkan teks interpretasi dalam waktu 27 detik.

Model peringatan prakiraan cuaca jangka pendek untuk konveksi parah menggunakan pengamatan berkelanjutan dari satelit meteorologi Fengyun-4 dalam dua jam terakhir untuk memprediksi evolusi citra awan di masa mendatang dan mengidentifikasi area konveksi parah yang potensial, sehingga peringatan dapat dikeluarkan hingga empat jam sebelum kejadian.

Satelit meteorologi Fengyun merupakan komponen penting dari sistem pengamatan meteorologi komprehensif Tiongkok. Dengan perkembangan pesat teknologi AI, pengambilan informasi kunci dari data satelit dalam jumlah besar dan prediksi evolusi cuaca lebih lanjut telah menjadi arah penting untuk penerapannya.

Hingga saat ini, Tiongkok memiliki 10 satelit meteorologi Fengyun di orbit, dan datanya terbuka untuk 141 negara dan kawasan, menurut CMA.

Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Xinhua

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira