Jakarta (ANTARA) - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) menyampaikan pembangunan fasilitas Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai Rp15 triliun di Cilegon, Banten, berpotensi memberikan dampak ekonomi secara luas, mulai dari peningkatan kontribusi PDB hingga substitusi impor.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat PT Chandra Asri Pacific Tbk Suryandi menyampaikan, proyek tersebut merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat industri kimia dasar nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.
"Kenapa Chandra Asri Alkali dibangun? Adalah agar Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor. Hasil produksi dari Chandra Asri Alkali adalah untuk memenuhi kebutuhan produk kimia hilir di Indonesia, yang sampai saat ini pun masih net impor," ujar Suryandi dalam diskusi di Jakarta, Senin.
Hingga November 2026, pembangunan fasilitas CA-EDC telah mencapai progres sekitar 85 persen. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada semester II 2027 dengan kapasitas produksi 400.000 ton per tahun (KTA) caustic soda dan 500.000 KTA ethylene dichloride (EDC).
Melalui fasilitas ini, produksi caustic soda di dalam negeri diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor. Sementara itu, EDC akan dimanfaatkan sebagai bahan baku industri polyvinyl chloride (PVC), yang banyak digunakan untuk kebutuhan konstruksi, termasuk produksi pipa, sekaligus membuka peluang pasar ekspor.
Selain memperkuat pasokan bahan baku industri hilir, proyek CA-EDC diproyeksikan memberikan dampak ekonomi sekitar Rp10 triliun per tahun.
Berdasarkan kajian, dalam periode 2027–2040, proyek tersebut berpotensi memberikan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar Rp35 triliun hingga Rp45 triliun. Selain itu, proyek ini diperkirakan menghasilkan potensi substitusi impor sebesar Rp43,7 triliun dan kontribusi devisa sebesar Rp65,5 triliun.
Proyek CA-EDC juga diproyeksikan mendorong pendapatan rumah tangga nasional sebesar Rp561,18 miliar serta berpotensi menyerap hingga 6.000 tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung.
Head of Corporate Communications Chandra Asri Group Chrysanthi Tarigan mengatakan, pengembangan fasilitas tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kapasitas bisnis perusahaan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan masyarakat.
Selama tahap konstruksi, proyek CA-EDC telah melibatkan sekitar 3.000 tenaga kerja. Setelah fasilitas beroperasi, perusahaan memperkirakan membutuhkan tambahan sekitar 250 tenaga kerja untuk mendukung kegiatan operasional.
Dalam pengembangannya, proyek CA-EDC telah menjalin kemitraan strategis dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) dan Indonesia Investment Authority (INA). Proyek tersebut juga tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 sebagai Proyek Strategis Nasional.
Pengembangan CA-EDC merupakan bagian dari transformasi Chandra Asri Group dalam memperkuat tiga pilar bisnis terintegrasi, yakni Energi dan Kimia, Infrastruktur, serta Solusi Mobilitas.
Melalui pilar energi dan kimia, perusahaan mengembangkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat integrasi bisnis petrokimia dan energi. Sementara itu, pilar Infrastruktur difokuskan untuk mendukung keandalan rantai pasok melalui penyediaan fasilitas listrik, air, tangki penyimpanan, pelabuhan, hingga armada kapal.
Adapun pada pilar solusi mobilitas, perusahaan memperluas portofolio bisnis melalui pengelolaan jaringan SPBU Esso serta pengembangan bisnis distribusi otomotif di Singapura dan Malaysia.
Sejalan dengan strategi diversifikasi tersebut, Chandra Asri juga memperkuat ketahanan rantai pasok bahan baku melalui pengembangan kembali (rejuvenation) fasilitas Condensate Splitter Unit di Singapura dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun.
Fasilitas yang ditargetkan beroperasi pada 2027 tersebut akan menghasilkan bahan baku alternatif nafta untuk meningkatkan fleksibilitas pasokan bagi kegiatan operasional petrokimia perusahaan.
Baca juga: Danantara-INA teken perjanjian investasi di proyek CA-EDC Chandra Asri
Baca juga: Menko Bahlil evaluasi ekspor gas untuk bangun industri petrokimia
Baca juga: Ekonom nilai pasar domestik jadi daya tarik investasi petrokimia
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Ahmad Muzdaffar Fauzan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira