Jakarta (ANTARA) - Chief Executive Officer (CEO) NVIDIA Jensen Huang dikabarkan menjadi sasaran operasi mata-mata pemerintah China.

Publikasi Engadget pada Kamis (29/10) mewartakan bahwa badan intelijen Amerika Serikat mendapati kontak aset intelijen China dengan warga Amerika Serikat yang kemudian diidentifikasi sebagai Jensen Huang.

Berdasarkan laporan The New York Times, badan intelijen Amerika Serikat mendapati kontak tersebut saat mengawasi Alice Huang, yang tidak punya hubungan kekerabatan dengan Jensen Huang.

Alice Huang, warga China yang menjabat sebagai eksekutif di Megaspeed, sebuah perusahaan pusat data yang berbasis di Singapura, menurut kesimpulan badan intelijen Amerika Serikat merupakan aset intelijen China.

Dia dikatakan terlibat dalam penyaluran informasi ke Beijing, tetapi tidak disebutkan informasi apa yang dimaksud.​​​​​​​

Alice Huang mendeskripsikan diri sebagai CEO Megaspeed dalam profil publiknya. ​​​​​​​

Megaspeed sempat mencantumkan dia sebagai direktur pelaksana selama delapan bulan pertama, sebelum akhirnya menghapus namanya dari posisi tersebut dalam dokumen perusahaan.

Alice Huang sebelumnya diduga membantu memfasilitasi pengiriman cip canggih NVIDIA ke China.

Perusahaan saudara Megaspeed di Malaysia tercatat membeli peralatan berbasis NVIDIA bernilai sedikitnya 4,8 miliar dolar AS (sekitar Rp87 triliun) hanya dalam waktu kurang dari dua tahun.

The New York Times dalam laporannya menyebut angka pembelian itu tidak wajar untuk perusahaan kecil yang belum dikenal luas.

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan belum menindaklanjuti temuan terkait kegiatan aset intelijen China, termasuk tidak menyampaikan pemberitahuan kepada Jensen Huang bahwa dia menjadi sasaran mata-mata asing.

Baca juga: Nvidia siap saingi model AI buatan China

Baca juga: AS kenakan tarif 25 persen untuk ekspor cip AI Nvidia ke China

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Farhan Arda Nugraha

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira