Guangzhou (ANTARA) - Pameran Ekspor Impor China ke-140, Canton Fair, ditutup pada Rabu (4/11), setelah menarik 352.000 pembeli luar negeri dari 219 negara dan wilayah -- naik 12,2 persen dari sesi sebelumnya dan menandai rekor tertinggi dalam sejarah 70 tahun acara tersebut.
Sejak pertama kali digelar pada 1957, yang menarik lebih dari 1.200 pembeli, pameran tersebut telah berkembang menjadi ajang perdagangan internasional terbesar dan dengan sejarah penyelenggaraan terpanjang di China, demikian warta Xinhua.
Selama bertahun-tahun, para pembeli dari 220 lebih negara dan kawasan telah menghadiri pameran tersebut, dengan volume transaksi kumulatif mencapai 1,6 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp18.140).
Bagi banyak pembeli, pameran dagang itu berfungsi sebagai saluran yang menghubungkan kapabilitas industri China dengan permintaan pasar global. Mereka mengatakan rantai pasokan China yang komprehensif, stabil, dan efisien menawarkan kepastian yang langka di saat hambatan perdagangan meningkatkan biaya dan mengancam stabilitas rantai pasokan.
"Mayoritas perusahaan anggota kami mencari pemasok mereka melalui Canton Fair, dan mereka telah lama menjadi mitra yang tumbuh bersama," ungkap Juan Camilo Basto, seorang anggota dewan Kamar Investasi dan Perdagangan Kolombia-China.
"Tidak ada platform daring yang dapat menggantikan Canton Fair. Pameran ini membuat kerja sama menjadi lebih membumi dan persahabatan menjadi lebih bermakna."
Pameran tersebut juga menampilkan transformasi manufaktur China, dengan inovasi dan pembangunan hijau memainkan peran yang semakin menonjol.
Lebih dari 32.000 peserta pameran memamerkan 4,88 juta produk, 64 persen di antaranya menerapkan teknologi seperti internet industri dan kecerdasan buatan (AI). Produk-produk yang dipamerkan mulai dari tangan robot yang cekatan hingga dinding tirai fotovoltaik. Produk baru dan produk hijau masing-masing menyumbang 23,2 persen dan 26 persen dari produk yang dipamerkan, keduanya mencapai rekor tertinggi.
Bagi peserta yang telah lama mengikuti Canton Fair, evolusi pameran tersebut mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam sektor manufaktur China.
Michael Jensen, manajer umum Asia dari F&H Group asal Denmark, pertama kali mengunjungi Canton Fair pada 1998 dan sejak itu telah menghadiri sekitar 40 sesi pameran.
Dia mengatakan pameran itu telah berevolusi dari sekadar platform pengadaan (sourcing) menjadi wadah yang memfasilitasi inovasi kolaboratif. Dengan dukungan AI dan teknologi-teknologi lainnya, pengembangan produk di China telah mengalami percepatan.
Sektor manufaktur China juga tetap memiliki pasokan yang stabil, cepat dalam menyempurnakan produk, dan dapat diandalkan dalam hal pengiriman, paparnya.
Perubahan-perubahan yang ditampilkan dalam pameran terjadi di tengah ekspansi perdagangan luar negeri China yang berkualitas tinggi, yang menciptakan berbagai peluang baru bagi dunia.
Total impor dan ekspor negara itu meningkat 18,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 39,94 triliun yuan (1 yuan = Rp2.716) selama periode Januari hingga September.
"Canton Fair mempercepat kerja sama yang saling menguntungkan antara China dan dunia," sebut Zhou Mi, seorang peneliti di Akademi Kerja Sama Perdagangan dan Ekonomi Internasional China (Chinese Academy of International Trade and Economic Cooperation/CAITEC) di bawah Kementerian Perdagangan.
Sebagai platform yang efektif bagi China untuk memperluas keterbukaan berstandar tinggi, vitalitas pameran yang tak pernah surut ini sepenuhnya menunjukkan bahwa perkembangan China memberikan manfaat bagi dunia, ujarnya.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Xinhua
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira