Jakarta (ANTARA) - Perusahaan pengembang lahan pertanian Bumibaru mengoptimalkan lahan yang sebelumnya tidak produktif di Cijeruk dan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk mendukung peningkatan produksi komoditas pertanian dan penguatan rantai pasok pangan nasional.

Pengembangan tersebut dilakukan melalui pemulihan kondisi tanah dan pemilihan komoditas yang disesuaikan dengan karakteristik lahan agar dapat dimanfaatkan sebagai area pertanian produktif secara berkelanjutan.

CEO Bumibaru Ramavito Mountaino mengatakan pengembangan lahan pertanian membutuhkan pendekatan yang tepat, terutama dalam memahami kondisi tanah sebelum menentukan jenis tanaman yang akan dibudidayakan.

“Setiap lahan memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, penting untuk memahami kondisi tanah terlebih dahulu agar metode pengembangan yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi lahan tersebut,” ujar Ramavito.

Di Cijeruk, Bumibaru memfokuskan pengembangan lahan pada budidaya ubi ungu melalui pemulihan kondisi tanah dan penerapan metode budidaya yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Sementara itu, pengembangan lahan di Jonggol diarahkan untuk budidaya sejumlah komoditas hortikultura, antara lain durian, pisang, alpukat, dan cabai, dengan mempertimbangkan kondisi lahan serta potensi produksinya.

Ramavito menjelaskan pengembangan pertanian tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga mencakup pengelolaan tanah, ketersediaan air, dan pemeliharaan tanaman untuk menjaga keberlanjutan produksi.

Selain mengoptimalkan pemanfaatan lahan, Bumibaru membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri pangan dan fast-moving consumer goods (FMCG) dalam penyediaan komoditas pertanian sebagai bahan baku produksi.

Melalui kerja sama tersebut, perusahaan berupaya menghubungkan potensi produksi pertanian dengan kebutuhan industri domestik sekaligus mendukung penguatan rantai pasok pangan nasional.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · PR Wire

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira