Alhamdulillah untuk stok CBP saat ini semua adalah hasil produksi tahun 2026
Semarang, Jawa Tengah (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Semarang memastikan seluruh cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan saat ini merupakan hasil produksi 2026, dengan pengelolaan stok melalui sistem pergiliran untuk menjaga kualitas.
"Alhamdulillah untuk stok CBP saat ini semua adalah hasil produksi tahun 2026," kata Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang Yudha Ajipribawa ditemui di Semarang, Jawa Tengah, Jumat.
Bulog setempat memastikan stok CBP yang saat ini mencapai 81.600 ton terjaga dengan baik melalui pengelolaan stok berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat hingga lima bulan mendatang.
Menurut Yudha, pengelolaan stok dilakukan dengan memperhatikan kualitas sejak proses penerimaan beras melalui pemeriksaan sejumlah parameter sesuai ketentuan penyerapan pemerintah.
Pemeriksaan tersebut meliputi kadar air, butir patah, persentase menir, hingga derajat sosoh untuk memastikan beras yang diterima memenuhi standar CBP.
Setelah penerimaan, Bulog Semarang melakukan perawatan berkala terhadap stok melalui penyemprotan, fumigasi, serta pengawasan harian untuk menjaga kondisi beras tetap baik.
Dia menjelaskan, pengendalian hama terpadu juga diterapkan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas beras selama berada dalam fasilitas penyimpanan Bulog.
"Kontrol harian juga kita lakukan untuk melihat kebersihan, kemudian checklist pengendalian hama terpadu juga kami lakukan, seperti itu," bebernya.
Dari total stok tersebut, Gudang Tambakaji Bulog Semarang tercatat menyimpan sekitar 6.300 ton beras CBP termasuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang telah dikemas.
Menurut dia, sistem perputaran stok atau revolving dilakukan agar tidak terdapat beras dengan usia simpan panjang sekaligus memberikan ruang untuk penerimaan pasokan baru.
Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog Semarang digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bantuan pangan, stabilisasi pasokan dan harga, hingga dukungan penanganan kondisi tertentu.
Dalam tiga bulan terakhir, pengeluaran beras terbesar Bulog Semarang berasal dari program bantuan pangan beras dengan volume mencapai sekitar 20.000 hingga 22.000 ton setiap alokasi.
Bulog Semarang memastikan pengelolaan CBP terus dilakukan secara optimal agar stok tersedia, kualitas terjaga, dan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
Baca juga: Bulog Semarang: Stok beras 81 ribu ton aman hadapi Natal-Tahun Baru
Baca juga: Dirut Bulog tegaskan harga pangan strategis di Semarang aman
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Muhammad Harianto
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira