Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam mendorong pemerintah untuk menekan biaya gas alam atau memberikan subsidi guna meningkatkan daya saing industri dan mendukung pengembangan investasi di kawasan tersebut.
Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan pembahasan tersebut dilakukan untuk mencari solusi atas kebutuhan energi industri di Batam, mengingat kawasan itu belum memperoleh subsidi gas seperti sejumlah wilayah lain.
"Kami bersama-sama dengan para investor mengomunikasikan bagaimana supaya ada subsidi atau dorongan agar khusus di Batam ini untuk gas juga bisa mendapatkan subsidi," ujar dia dalam kegiatan penjajakan kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia di Batam, Senin.
Menurut dia, upaya menekan biaya gas tidak hanya ditujukan bagi investor yang berencana membangun fasilitas industri baru, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan energi perusahaan yang telah beroperasi di Batam.
Keterjangkauan harga gas dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberlanjutan kegiatan industri sekaligus menarik investasi baru ke kawasan tersebut.
"Ini bukan hanya untuk teman-teman yang baru mendirikan pabrik, tetapi juga kebutuhan Batam secara menyeluruh. Para investor membutuhkan agar biaya gas bisa mengalami penurunan," katanya.
Pembahasan tersebut turut mengemuka dalam penjajakan kerja sama BP Batam dengan Pupuk Indonesia terkait peluang pembangunan pabrik amonia yang memanfaatkan gas alam sebagai bahan baku.
Pupuk Indonesia melihat pengembangan amonia di Batam sebagai peluang untuk mendukung pengembangan bahan bakar alternatif bagi sektor maritim atau future fuel, seiring arah peralihan kebutuhan bahan bakar kapal dari marine fuel oil menuju amonia.
Rencana pembangunan pabrik tersebut diperkirakan membutuhkan waktu konstruksi sekitar tiga tahun dan berpotensi menyerap hingga 8.000 tenaga kerja selama proses pembangunan.
BP Batam dan Pupuk Indonesia masih melanjutkan pembahasan mengenai lokasi serta kesiapan pasokan gas untuk mendukung rencana pengembangan industri tersebut.
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Fitra Ashari
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira