Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memberikan penghargaan kepada sejumlah investor, pelaku ekonomi dan perusahaan yang dinilai berkontribusi terhadap perekonomian nasional melalui berbagai sektor usaha.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan realisasi investasi yang diukur dengan metode bottom up pada triwulan III 2026 mencapai Rp59,73 triliun atau 85,33 persen dari target Rp70 triliun.

“Sampai triwulan III investasi sudah mendekati Rp60 triliun. Tersisa satu triwulan lagi untuk mengejar sekitar Rp10 triliun, dan kita optimis dapat diwujudkan. Batam harus terus berkontribusi terhadap perekonomian nasional dengan pertumbuhan yang terus di atas angka nasional,” katanya di Batam, Jumat.

Sesuai data Semester I 2026, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 7,28 persen, lebih tinggi daripada pertumbuhan nasional di angka 5,45 persen.

“Selain itu, diperlukan kolaborasi dari pelaku ekonomi agar dapat bekerja seirama dengan pemerintah. Kuncinya adalah pelayanan yang baik, tata kelola yang bagus, iklim usaha yang mendukung, serta kondusivitas daerah,” katanya.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan berdasarkan beberapa indikator, seperti angka kemiskinan, pengangguran terbuka, serta angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), manfaat pertumbuhan ekonomi mulai terasa.

Berdasarkan data 2024 ke 2025, angka kemiskinan di Batam turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Angka pengangguran turut menurun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen. Adapun IPM meningkat dari 83,32 menjadi 83,8 persen.

“Namun, masih terdapat pekerjaan rumah bersama agar manfaat investasi semakin luas dan merata. Maka, kami laksanakan anugerah investasi hari ini kepada pelaku investasi yang telah berkontribusi dalam beberapa sektor,” katanya.

Penghargaan tersebut diberikan dalam sejumlah kategori, mulai dari realisasi investasi, ekspor, pemanfaatan teknologi, pengembangan infrastruktur, hingga penerapan prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk kategori perusahaan dengan ekspor tertinggi diberikan kepada PT Ecogreen Oleochemicals. Sementara itu, penghargaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan realisasi investasi terbesar diraih PT Tanjung Sauh Power, sedangkan kategori Penanaman Modal Asing (PMA) dengan realisasi investasi terbesar diberikan kepada PT Digitalland Services Two.

Pada bidang teknologi, penghargaan PMA investor dalam pemanfaatan teknologi diberikan kepada PT Infineon Technologies Batam. Kategori perusahaan sektor maritim terbaik diraih PT Marcopolo Shipyard, sedangkan penghargaan investasi energi berkelanjutan diberikan kepada PT Schneider Electric Manufacturing Batam.

Penghargaan pengelolaan limbah industri berkelanjutan diberikan kepada PT Desa Air Cargo. Adapun kategori PMA investor strategis dalam pengembangan infrastruktur digital diraih PT Equator Gate System Batam.

Untuk investasi properti terbesar, penghargaan diberikan kepada PT Tritunas Bangun Perkasa, sementara kategori investasi pariwisata unggulan diraih PT Raflesia Nusantara.

Di sektor ekonomi kreatif, penghargaan inovasi diberikan kepada PT Furniplus Asia. Penghargaan UMKM Tumbuh kategori kelas kecil diberikan kepada Alindo Perkasa Sukses, sedangkan kategori kelas menengah diraih Ocean Marine Shipping.

Selanjutnya, penghargaan investor ketahanan hijau diberikan kepada PT Epson Batam. Kategori perusahaan pemberdaya disabilitas diraih PT TDK Electronics Indonesia, sementara penghargaan investor reinvestasi terbaik diberikan kepada PT Sat Nusapersada Tbk.

Baca juga: Menperin: Investasi AS di Batam perdalam struktur industri

Baca juga: HKI: Investasi 500 juta dolar AS masuk ke kawasan industri di Batam

Baca juga: BP Batam percepat pengembangan PSN Rp175 triliun di Galang

Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Amandine Nadja

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira