Makassar (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) mencatat realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai Provinsi Sulawesi Selatan hingga triwulan-III 2026 mencapai Rp187,48 miliar atau 50,20 persen dari target Rp373,43 miliar.
Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulbagsel, Martha Octavia di Makassar, Jumat, menjelaskan, target penerimaan tersebut terdiri atas bea masuk sebesar Rp192,5 miliar, bea keluar Rp73,71 miliar, dan cukai sebesar Rp107,1 miliar.
“Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai hingga September 2026 mencapai Rp187,48 miliar atau sekitar 50,20 persen dari target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Martha menyebut, dari total realisasi tersebut, penerimaan bea masuk menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp111,24 miliar atau sekitar 57,77 persen dari target.
Sementara itu, penerimaan bea keluar tercatat sebesar Rp26,30 miliar atau 35,68 persen dari target.
"Penerimaan sektor ini mengalami penurunan dengan kontraksi 42,74 persen secara tahunan (yoy) dan secara bulanan (mtm) juga mengalami penurunan cukup tajam sekitar 1.241,09 persen," katanya.
Baca juga: Menkeu: Penerimaan bea cukai capai Rp240,28 triliun per September
Martha menjelaskan fluktuasi penerimaan kepabeanan dan cukai dipengaruhi dinamika perdagangan internasional, aktivitas ekspor-impor, serta kondisi industri yang menjadi objek pungutan kepabeanan dan cukai di Sulawesi Selatan.
Khusus pada bea keluar, penurunan sangat tajam karena pada tahun-tahun sebelumnya, bea keluar ditopang oleh penerimaan kakao (coklat) dari Makassar, namun di tahun 2026 volume ekspor turun sangat drastis yang juga berpengaruh pada penerimaan bea keluar.
Berdasarkan data DJBC Sulbagsel, tren total penerimaan kepabeanan dan cukai dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pola yang fluktuatif.
Meski sejumlah sektor mengalami penurunan, DJBC tetap optimistis target penerimaan tahun 2026 dapat terus dikejar melalui penguatan pengawasan dan optimalisasi pelayanan kepabeanan serta cukai di wilayah Sulawesi Selatan.
Baca juga: Target pajak dan bea cukai RAPBN 2027 capai Rp2.908 triliun
Baca juga: DJBC Jatim I catat penerimaan Rp38,99 triliun pada semester I 2026
Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Muh. Hasanuddin
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira