Rio de Janeiro (ANTARA) - Kandidat presiden sayap kanan Brasil Flavio Bolsonaro menolak mengakui hasil pemilihan dan akan menuntut agar hasil tersebut dibatalkan.
"Tidak mungkin menerima hasil pemilihan mengingat keadaan di mana semuanya berlangsung. Kami sedang melibatkan tim hukum kami. Kami akan berupaya agar pemilihan ini dibatalkan," ujarnya saat menyampaikan pidato kepada para pendukungnya.
Bolsonaro menyoroti ketidaksetujuannya atas perpanjangan jam pemungutan suara, keputusan yang ia kaitkan dengan "teman-teman Lula [da Silva] di Mahkamah Agung Federal."
"Apa yang terjadi tidak dapat dijelaskan," tuturnya.
Pada Minggu, sesaat sebelum lokasi pemungutan suara dijadwalkan tutup, seorang hakim Mahkamah Agung memperpanjang jam pemungutan suara selama dua jam.
Mahkamah Agung kemudian menjelaskan bahwa perpanjangan ini hanya berlaku untuk tempat pemungutan suara di mana data pemungutan suara belum dikumpulkan.
Brasil menggelar putaran kedua pemilihan presiden pada hari Minggu. Dengan 99,98 persen suara yang dihitung menuyatakan Lula da Silva sebagai pemenang dengan perolehan suara 51,78 persen, sementara lawannya Bolsonaro memperoleh 48,22 persen.
Mahkamah Pemilihan Tinggi menambahkan catatan pada perhitungan suara dengan menyatakan: "Hasilnya secara matematis telah ditentukan."
Sumber: Sputnik
Baca juga: Lula menangi pilpres Brasil di putaran kedua, kalahkan Bolsonaro
Baca juga: Survei ungkap persaingan ketat Lula dan Bolsonaro dalam pilpres Brasil
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Yoanita Hastryka Djohan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira